Keluarga seorang perempuan muda yang tewas karena kecelakaan di jalan raya, menjadikan kecelakaan tersebut sebagai inspirasi untuk meluncurkan kampanye keselamatan. Caranya dengan memajang ratusan sepatu di pelataran gedung parlemen Canberra.
Sarah Frazer sedang menuju kampus di Wagga-Wagga pada Februari 2012, ketika mobilnya rusak di dekat Mittagong.
Supir truk derek lokal, Geff Clark berhenti untuk menolongnya saat mereka ditabrak dan terbunuh oleh supir truk lainnya yang tidak memperhatikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sepatu-sepatu tersebut mewakili 132 orang yang meninggal di jalan raya ACT selama 10 tahun.
Pajangan sepatu kosong tersebut merupakan bagian dari peluncuran Yellow Ribbon Road Safety Week, yang berlangsung sampai 11 Mei.
Ayah Sarah, Peter Frazer mengatakan, kampanye tersebut untuk mengingatkan pengendara untuk memperhatikan orang-orang yang ada di pinggir jalan.
"Keselamatan di jalan raya tidak hanya tentang melindungi keselamatan diri sendiri," katanya. "Bayangkan mereka adalah keluarga anda saat anda menuju ke arah mereka. Kita harus aktif melindungi orang-orang yang ada di pinggir jalan dan di depan anda."
Frazer mengatakan seharusnya pengendara tidak boleh membiarkan dirinya terganggu. "Letakkan telpon, letakkan GPS, dan bila anda tidak punya bluetooth, letakkan benda-benda itu di belakang," tambahnya.
"Kita tidak ingin siapapun memegang dan menggunakan handphone atau menjawab telepon lalu menabrak seseorang."
Jaksa Agung ACT Simon Corbell mengatakan penduduk Canberra dapat memasang pita kuning di mobil mereka selama seminggu untuk menunjukkan dukungan.
"Apapun yang bisa kita lakukan untuk meningkatkan kesadaran keselamatan di jalan raya merupakan aksi penting yang harus didukung," tambahnya. "Hati-hati dan waspada, pastikan anda menggunakan sabuk pengaman dan taat aturan lalu lintas serta batas kecepatan. Hal ini langkah sederhana yang bisa membuat jalan raya kita lebih aman."
(nwk/nwk)











































