Kunjungan William & Kate Ingatkan Pada Pangeran Charles & Putri Diana 1983 Silam

Kunjungan William & Kate Ingatkan Pada Pangeran Charles & Putri Diana 1983 Silam

- detikNews
Kamis, 17 Apr 2014 22:19 WIB
Jakarta -

Dengan kehadiran pewaris tahta yang turut serta, kunjungan Duke dan Duchess of Cambridge ke Australia, disebut-sebut serupa dengan kunjungan orang tua Pangeran William, lebih dari 30 tahun yang lalu.

Sama seperti William dan Kate, waktu itu Pangeran Charles dan Putri Diana masih berstatus pengantin baru, wajah baru di dunia selebriti internasional dengan bayi tampan, dan predikat pewaris tahta salah satu monarki tertua.

Saat itu, Pangeran William masih berusia 10 bulan sementara dalam kunjungan kali ini, Pangeran George berusia satu bulan lebih muda dari usia ayahnya di tahun 1983.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

β€œItu adalah pertama kalinya kedua pewaris tahta terbang bersama-sama,” ujar Chris Whittaker dari lembaga nirlaba pendukung monarki β€œAustralian Monarchist League.”

Tahun ini, Pangeran William dan isterinya, Kate, juga memilih bepergian ke Australia sebagai sebuah keluarga.

Disamping jarak kunjungan yang sudah puluhan tahun lamanya, kedua pasangan ini sama-sama telah berkontribusi pada munculnya sentimen positif terhadap Kerajaan.

β€œDiana waktu itu sangat populer,” kata sejarawan, Aron Paul.

Ia menambahkan, β€œDiana yang pemalu” kala itu bertransformasi menjadi β€œPerempuan internasional yang tersohor” dan gayanya yang informal adalah terobosan dari gaya Ratu Elizabeth II yang kaku saat kunjungan di tahun 1954.

β€œKate benar-benar mengikuti jejak Diana,” ujar Paul.

Seperti halnya Pangeran Charles dan Putri Diana, Duke dan Duchess of Cambridge juga menjalani rute kunjungan yang serupa, mulai dari gedung opera Sydney, Uluru,hingga gedung Parlemen Canberra.

Paul mengutarakan, pertemuan dengan orang asli Australia secara simbolik sangatlah penting.

β€œIni adalah bagian yang tak terpisahkan dari identitas nasional Australia dan masih menjadi debat soal bagaimana kita merekonsiliasi budaya asli dengan jiwa nasionalisme kita,” tegasnya.

Namun jaman telah berubah, dan apakah bentuk monarki masih relevan dengan kemajuan jaman masih merupakan poin perdebatan.

Paul menuturkan, dengan identitas budaya yang semakin terpecah belah, penerimaan kita akan bentuk Kerajaan menjadi semakin jauh dari apa yang diharapkan.

Koordinator Nasional LSM β€œAustralian Monarchist League,” Philip Benwell, berujar, anak-anak muda masih mendukung monarki.

β€œSekitar separuh dari anggota kita berumur di bawah 40 tahun,” jelasnya.

Namun David Morris dari organisasi β€œAustralian Republican Movement” atau Gerakan Republik Australia mengatakan, β€œOrang Australia sudah memandang ke depan.”

β€œKini, anggota Kerajaan adalah mesin popularitas. Masyarakat kita memilih para politisi, bukannya seseorang yang tinggal di istana di belahan lain dunia,” tegasnya.

(gah/gah)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads