Pemerintahan Perdana Menteri Tony Abbott meluncurkan kembali program Colombo Plan. Program ini memperkuat skema pengiriman mahasiswa Australia ke kawasan, termasuk Indonesia, untuk belajar.
Program Colombo Plan dimaksudkan untuk mendorong pertumbuhan jumlah mahasiswa Australia yang memiliki pengetahuan mengenai kawasan, termasuk Indonesia.
Untuk program ini, pemerintah Australia menyediakan dana senilai 100 juta dollar untuk lima tahun ke depan dalam bentuk beasiswa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
;
Mahasiswa Australia memiliki kesempatan untuk mempelajari langsung soal budaya di Indonesia ; (Foto: Erwin Renaldi)
Program terbaru Colombo Plan ini mendapat sambutan baik dari Australian Consortium for βIn-Country &rsquo Indonesian Studies (ACICIS).
Dengan total pembiayaan senilai 8 juta dollar, ACICIS menyalurkan ke dalam program-program pendidikan melalui sejumlah universitas di Australia. Harapannya bisa lebih meningkatkan pemahaman lintas budaya soal Indonesia.
Sejak berdiri di tahun 1994, lembaga konsorsium ini telah memiliki lebih dari 1.500 mahasiswa Australia yang pernah belajar di Indonesia.
"Program terbaru Colombo Plan ini memberikan kesempatan bagi para mahasiswa untuk menjalin hubungan yang berarti antara individu atau people-to-people dengan negara tetangga. Saat mahasiswa mendapat bantuan dana untuk belajar di negara tujuan, mereka benar-benar bisa menjalin pertemanan yang berarti dan langgeng, yang juga mengubah pemikiran dan persepsi sebelumnya," ujar Elena Williams, Direktur ACICIS di Yogyakarta.
;
Elena Williams, Direktur ACICIS yang juga alumni program tersebut di tahun 2005 (Foto: Erwin Renaldi)
Elena juga berpendapat, lulusan yang memiliki kemampuan berbahasa lebih dari satu lebih mudah untuk mendapat pekerjaan. "Terutama bagi mereka yang memiliki pengalaman di Indonesia, bisa mendapat prioritas," jelasnya.
Salah satu mahasiswa yang mendapat beasiswa belajar ke Indonesia adalah Anthony De Bijil dari Murdoch University. Kini ia sedang belajar di Universitas Parahyangan, Bandung.
"Saya telah mendapat pemahaman yang berharga soal hubungan internasional dari perspektif Indonesia. Banyak teori-teori di hubungan internasional dan selalu relevan melihat bagaimana negara-negara lain memandang persoalan dunia di masa lalu dan sekarang," kata De Bijil. ;
(nwk/nwk)











































