Sebuah kampanye yang meminta pemerintah Australia membuat uang yang lebih ramah terhadap kaum tunanetra mendapat dukungan lebih dari 54.000 tanda tangan.
Yang memimpin kampanye lewat internet ini adalah Ally Lancaster, seorang perempuan asal Sydney. Ia mendapat gagasan tentang ini dari Connor, anaknya, yang tidak bisa melihat.
"Uang kertas yang saat ini beredar di Australia sifatnya diskriminatif," komentar Lancaster. "Kita bahkan sudah menghubungi tim hukum untuk bertindak lebih lanjut, bila diperlukan."
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam prosesnya, RBA ini berkonsultasi dengan kelompok-kelompok pemegang kepentingan.
Steve Ciobo, Sekertaris Parlemen untuk Menteri Ekonomi, menjelaskan elemen-elemen dalam cetakan uang baru yang memungkinkan kaum tunanetra mengetahui nilai uang yang mereka pegang melalui sentuhan, memang sudah dipertimbangkan.
Namun, ada masalah tersendiri terkait ini. "Kami tak mau memberi harapan kosong," ujar Ciobo.
"Beberapa pengalaman di dunia internasional, contohnya, menunjukkan bahwa seiring penggunaan, tanda-tanda ramah tunanetra di uang kertas itu memudar, dan orang menjadi sulit merasakannya lewat rabaan," katanya. (nwk/nwk)











































