Ada Petugas Piket, Kehadiran Murid di Sekolah Aborigin Meningkat

Ada Petugas Piket, Kehadiran Murid di Sekolah Aborigin Meningkat

ABC Australia - detikNews
Kamis, 27 Feb 2014 12:14 WIB
Jakarta -

Pemerintah Federal Australia mengatakan, penggunaan petugas anti bolos sekolah telah berhasil meningkatkan kehadiran murid di sekolah di komunitas Aborigin dengan rata-rata 14 persen dalam bulan pertama mereka ditugaskan.

Angka-angka menunjukkan, 604 anak lagi telah hadir di kelas di sekolah-sekolah komunitas Aborigin di Wilayah Utara, Australia Barat dan Queensland sejak awal tahun ajaran ini.

Di 17 sekolah di Wilayah Utara, kehadiran murid telah meningkat rata-rata 17 persen.

Menteri Urusan Bumiputra Aborigin Nigel Scullion mengatakan, ini adalah langkah pertama untuk meningkatkan pendidikan kaum bumiputra.

"Kita telah melakukan terobosan signifikan paling tidak kita mulai membawa mereka ke sekolah," katanya. "Sekarang kita harus menangani tantangan-tantangan lainnya."

Di beberapa sekolah, meningkatnya kehadiran murid menimbulkan disrupsi, tapi Senator Scullion mengatakan, anak-anak harus bersekolah.

Ada empat sekolah di Wilayah Utara dimana kehadiran murid menurun sejak program itu dimulai.

Selama lima tahun terakhir, angka kehadiran di beberapa sekolah seringkali dibawah 70 persen.

Dalam pidato tahunannya Closing th Gap bulan ini, Perdana Menteri Tony Abbott menjadikan peningkatan kehadiran murid di sekolah-sekolah Bumiputra sebagai prioritas utama pemerintah.

Kira-kira 400 petugas anti bolos sekolah telah direkrut secara nasional sebagai bagian dari program bernilai 28 juta dolar yang ditujukan pada komunitas-komunitas Bumiputra Aborigin di Wilayah Utara, Australia Barat, Queensland, New South Wales dan Australia Selatan.

(nwk/nwk)


Berita Terkait