Perdana Menteri Tony Abbott menyatakan bagi dirinya pribadi, isu Aborigin telah menjadi sangat personal, bukan semata-mata masalah politik. Ia akan menghabiskan setidaknya seminggu untuk tinggal di daerah Aborigin East Arnhem Land dan akan menjadikan isu Aborigin sebagai fokus pemerintah Australia.
"Telah menjadi misi personal saya untuk membantu sesama warga Australia," katanya dalam pidato di parlemen, Rabu (12/2/2014) saat menyampaikan laporan ke-6 Closing the Gap.
Laporan tahunan ini mencakup berbagai isu seperti tingkat harapan hidup, pendidikan dan tenaga kerja, serta upaya menghapus jurang kehidupan penduduk asli dan non penduduk asli Australia pada tahun 2030.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia juga menyampaikan target mengurangi separuh dari kematian bayi dalam satu dekade serta target 95 persen anak di pedalaman mendaftar ke taman kanak-kanak, saat ini berjalan baik.
Namun PM Abbott mengakui belum ada perbaikan dalam tingkat harapan hidup warga Aborigin serta tidak banyak perbaikan dalam kemampuan baca-tulis.
Laporan ini mengungkapkan warga non Aborigin mempunyai tingkat harapan hidup 10 tahun lebih lama, dan hanya sekitar 30 persen penduduk dewasa Aborigin yang bekerja di sektor lapangan kerja utama.
Pemimpin Oposisi Bill Shorten menyatakan Partai Buruh mendukung langkah-langkah yang akan diambil Pemerintahan Abbott dalam menangani isu-isu Aborigin.
(nwk/nwk)











































