Jacqueline Davies, seorang narapidana yang mengalami gangguan mental, kini menuntut ganti rugi atas perlakuan yang dialaminya selama ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Yatala, Adelaide, Australia.
Perlakuan buruk yang dialami perempuan tersebut dikemukakan oleh Ombodsman Australia Selatan, yang disebut sebagai tidak memenuhi standar nasional dan internasional.
Menurut temuan ombudsman, Davies diborgol di tempat tidur selama 22 jam sehari hampir sepanjang masa penahanannya yang delapan bulan di tahun 2011. Ia ditahan di LP Yatala, yang sebenarnya merupakan LP untuk pria.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tuntutan ganti rugi yang kini diajukan, menurut pengacaranya, bukan semata karena didorong faktor ganti rugi uang. Namun, menurut para pengacara Davies, kliennya ingin agar pihak lembaga pemasyarakatan mengakui adanya diskriminasi serta agar mereka memperbaiki perlakuan atas para napi perempuan.
(nwk/nwk)











































