Tiap tahun di Australia, jutaan anak ayam jantan yang sudah ditetaskan dibunuh, karena dianggap tak menguntungkan bagi industri telur.
Praktek ini seringkali dianggap kejam oleh pemerhati hak hewan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Gen yang kami gunakan adalah protein yang bersifat fluorescent [bercahaya bila terkena radiasi tertentu]," jelasnya. Dengan begitu, dapat terlihat apakah sebuah telur mengandung embrio ayam jantan atau betina.
Emmanuel Quansah, seorang mahasiswa S3, saat ini tengah menghabiskan enam bulan di fasilitas penelitian unggas di Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) untuk mempraktekkan penelitian ini.
Urwin mengaku belum menerima pendanaan dari kelompok pemerhati hak hewan manapun untuk penelitian ini.
(nwk/nwk)











































