Sebuah program perpustakaan digital Australia, Paradisec, mengoleksi arsip berbagai bahasa daerah dan kebudayaan Indonesia, Papua Nugini, dan negara-negara Pasifik setelah melakukan upaya pendataan selama 10 tahun. Program pengarsipan itu melibatkan Universitas Sydney, Universitas Melbourne, dan Australia National University (ANU) Canberra.
Indonesia, Papua Nugini dan kawasan Pasifik mencakup seperempat bahasa yang ada di dunia, dan dikhawatirkan banyak bahasa daerah yang terancam punah.
Menurut Professor Nicholas Evans dari ANU, tujuan Paradisec adalah pengarsipan bahasa dan kebudayaan di kawasan ini, termasuk musik dan cerita rakyat setempat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Program Paradisec tahun ini mendapat pengakuan UNESCO sebagai warisan dokumentasi yang signifikan.
(nwk/nwk)











































