Menteri Pertanian Australia, Barnaby Joyce mengatakan ia telah berubah pikiran soal investasi yang akan dilakukan oleh Indonesia dengan membeli sejumlah lahan ternak di Kawasan Utara Australia.
Perusahaan agribisnis dari Indonesia, Santori, yang juga importir terbesar ternak sapi dari Australia mengkonfirmasikan pemberian dua lahan peternakan di Kawasan Utara Australia.
Menteri Pertanian Australia, Barnaby Joyce sebelumnya menyatakan kepeduliannya soal investasi di pertanian Australia. Tetapi ia mengaku telah melakukan pembicaraan dengan para peternak di Kawasan Utara soal pembelian lahan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sejujurnya, pada awalnya saya memiliki beberapa keraguan, tetapi sudah didiskusikan dengan peternak di kawasan tersebut."
Sementara, salah satu direktur Santori, Bruce Warren mengatakan pembelian lahan peternakan seluas 5.500 KM persegi seharusnya tidak memicu kekhawatiran tentang kepemilikan asing pada lahan pertanian di Australia.
Bruce juga mengatakan kalau investasi antara Australia dan Indonesia bisa berjalan dua arah.
"Indonesia kini sedang membicarakan keinginannya agar Australia juga berinvestasi di Indonesia," ujarnya.
Menteri Industri Primer Teritori, Willem Westra Van Hotle menyambut baik pembelian yang akan dilakukan Indonesia.
Menurutnya rencana ini telah menggairahkan sektor peternakan sapi.
"Indonesia memiliki hubungan yang baik dengan Kawasan Utara dan kita telah bekerja keras selama beberapa tahun," katanya. "Ini akan menjadi hal yang luar biasa bagi sektor peternakan di Australia."
(/)










































