Senator Carr mengaku telah mengupayakan dialog mengenai isu ini dengan PM Kepulauan Solomon, sekaligus untuk menandai akhir dari keterlibatan militer Australia dalam misi bantuan kawasan untuk mencegah keruntuhan Solomon sebagai negara satu dekade lalu.
Dibawah kebijakan baru yang diumumkan PM Kevin Rudd Jumat lalu, dimana manusia perahu yang tiba di Christmas Island akan diproses di lepas pantai, tapi ada kekhawatiran saat ini fasilitas pemrosesan pencari suaka di Papua Nugini dan Nauru tidak mencukupi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika ada negara-negara di Pasifik yang ingin berdialog dengan kita dan bersedia berpartisipasi, maka kami siap menerima tawaran itu,” katanya.
Senator kembali menegaskan tawaran itu disampaikan karena masalah manusia perahu adalah masalah kawasan, karenanya kesepakatan kawasan mengenai pemukiman kembali mereka menjadi solusi praktis dan manusiawi untuk menangani isu ini.
Ia mengatakan Australia secara terbuka mengakui memang sedang berupaya dan mengajak negara-negara lain di Pasifik untuk berdialog mengenai kesepakatan kawasan mengenai pemukiman kembali para pencari suaka itu.
"Tapi saya disini tidak untuk memaksa siapapun untuk menyetujui solusi ini,” tegas Carr.
"Jika negara lain di Pasifik melihat apa yang sedang Australia lakukan adalah sesuatu yang bernilai, apalagi karena mereka telah terlibat dalam konferensi dan diskusi mengenai dampak perdagangan ; manusia dna penyelundup, kita siap untuk berdialog.”
“PM Gordon Darcy Lilo, seperti halnya pemimpin lain di Pasifik, bisa mengamati hubungan Australia dengan Papua Nugini terkait upaya pemukiman pencari suaka yang menguntungkan dua negara, dan kemanfaatan bagi program migrasi manusia yang memungkinkan Australia melakukan apa yang ingin kita lakukan yaitu menghentikan praktek penyelundupan manusia yang menyebabkan bencana di laut,” tegas Carr.
Tony Burke mengunjungi Nauru melihat dampak dari kerusuhan pekan lalu
Sementara itu Menteri Imigrasi Australia, Tony Burke direncanakan akan mengunjungi Nauru Jum &rsquoat mendatang, dan akan bertemu dengan pejabat dan menginspeksi dampak dari kerusuhan di pusat pemrosesan pencari suaka di negara itu pada Jum &rsquoat lalu. ;
Lebih dari 100 orang pencari suaka dituntut atas insiden tersebut Burke berharap mereka yang terlibat bisa diproses hukum sesuai ketentuan yang berlaku di Nauru.
“Saya pikir jika ada pihak yang ragu, apakah ada kemungkinan anda tidak akan tersentuh hukum pidana karena Anda berada dalam penahanan, maka mereka akan mendapati fakta menyakitkan dari masalah ini."
Pemerintah Nauru mengatakan akan kembali membangun pusat pemrosesan itu, namun butuh waktu berbulan-bulan untuk menyelesaikannya.
(nwk/nwk)











































