Buruh dan Koalisi Bersaing Ketat, Rudd Favorit Sebagai PM

Buruh dan Koalisi Bersaing Ketat, Rudd Favorit Sebagai PM

- detikNews
Senin, 15 Jul 2013 14:44 WIB
Jakarta - Partai Buruh dan Partai Koalisi yang beroposisi bersaing ketat dalam jajak pendapat, sementara figur Kevin Rudd lebih difavoritkan sebagai perdana menteri (PM) dalam pemilu mendatang.

Kevin Rudd terus menolak menjawab pertanyaan mengenai waktu pemilu, padahal Partai Buruh mengalami kenaikan besar dalam jajak pendapat terkini.

Menurut polling Fairfax/Nielsen, kedua partai utama masing-masing memperoleh suara 50 persen untuk preferensi dua partai, naik 7 poin bagi Partai Buruh dibanding hasil bulan lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Suara pilihan nomor satu (primary vote) bagi ALP naik 10 poin menjadi 39 persen, sementara Rudd mengalahkan pemimpin oposisi Tony Abbott sebagai figur yang lebih disukai untuk menjadi perdana menteri dengan dukungan suara 55 persen banding 41.

Primary vote bagi Koalisi turun tiga poin menjadi 44 persen, sementara untuk Partai Hijau turun 2 point menjadi 9 persen.

Minggu lalu jajak pendapat yang dimuat suratkabar The Australia juga menunjukkan Partai Buruh dan Koalisi saling beda tipis dalam preferensi.


Audio: Laporan Lexi Metherell mengenai jajak pendapat Nielsen ;(AM)
Berbicara di Papua New Guinea pagi ini (15/7), Rudd tidak bersedia mengatakan apakah ia akan segera mengumumkan tanggal pemilu untuk memanfaatkan hasil tersebut.

"Masih banyak tantangan yang dihadapi di depan, kami sedang menanganinya satu per satu," katanya.

Pagi ini pemimpin oposisi Tony Abbott mengatakan kepada stasiun TV Channel 9 ia sudah memperkirakan hasil jajak pendapat akan semakin beda tipis.

"Menurut insting saya itu sebenarnya menunjukkan leganya rakyat dengan perginya seorang perdana menteri yang tidak populer," katanya. ;


Pajak karbon

Jajak pendapat Nielsen itu disiarkan setelah Pemerintah membenarkan akan menghapuskan pajak karbon ;dan berpindah ke skema perdagangan emisi tahun depan, satu tahun lebih awal dari rencana semula.

Harga karbon yang dipatok sebesar $24.15 per ton akan diganti dengan harga yang diambangkan, ;diperkirakan besarnya antara $6 dan $10 per ton.

Masyarakat masih akan menerima paket kompensasi bagi pajak karbon, tapi pemerintah mengakui akan perlu dilakukan pemotongan di sektor lain untuk membiayai perubahan itu. ;

Kata Rudd, keputusan mengenai sektor apa saja yang akan dipangkas masih dibicarakan.

"Yang penting dengan perubahan ini adalah: keluarga-keluarga di Australia akan menghadapi tekanan biaya hidup yang ;lebih ringan. Dan ini juga akan berarti masih dilakukan aksi yang kuat menyangkut perubahan iklim," katanya.

Sementara itu, Rudd hari ini berada di PNG ;dan akan bertemu dengan Perdana Menteri Peter O'Neill untuk membahas pemrosesan pencari suaka di luar Australia.

Menteri Immigrasi Tony Burke akan menghadiri pembicaraan itu untuk membahas kemajuan pembangunan pusat detensi Pulau Manus.


Audio: ;Wartawan ABC Liam Cochrane mengirim laporan dari Port Moresby (AM)
Dalam pertemuan itu akan dibahas perdagangan, keamanan regional dan bantuan. ;

Rudd rencananya akan terbang ke Australia hari ini dan akan mengujungi kota ;Townsville ;di ;Queensland.

;


;
;


(nwk/nwk)


Berita Terkait