Ledakan itu terjadi di distrik Bab Touma di Kota Tua Damaskus, yang masuk dalam daftar Warisan Dunia UNESCO.
Sebuah saluran televisi pro-pemerintah menayangkan potongan-potongan tubuh yang berserakan dan mayat seorang pria yang dikatakan pembom bunuh diri.
Sebuah Gereja Ortodoks Yunani terletak dekat lokasi ledakan.
Umat Kristen Suriah mencakup sekitar 10 persen populasi dan meskipun Gereja tidak memihak dalam pemberontakan, namun anggota-anggotanya semakin sering terjebak dalam kekerasan.
Menurut pemberontak, ledakan itu akibat serangan mortir.
(nwk/nwk)











































