Pemimpin Oposisi Australia, Tony Abbott, menepis pertanyaan tentang keraguan kebijakan untuk mengembalikan kapal pencari suaka, setelah menteri nya Malcolm Turnbull mengatakan mungkin tidak aman untuk melakukannya tanpa bantuan Indonesia.
Hari ini (11/6) Tonny Abbott langsung merespon jawaban Turnbull dalam program Q & A ABC semalam yang mulai ragu tehadap kebijakan faksi oposisinya sendiri terkait usulan pengembalian kapal pencari suaka yang datang dari Indonesia.
Saat dikonfirmasi soal itu, Abbott menyanggah dengan mengatakan: “Saya tidak menerima premis dari pertanyaan.”
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Saya tidak melihat alasan, mengapa pemerintah Koalisi di masa depan tidak dapat memiliki hubungan yang kuat dan konstruktif dengan Indonesia dan bahwa pemerintahan Howard bisa, itulah yang akan saya lakukan sejak hari pertama (memerintah),” katanya lagi.
Video: Turnbull casts doubt on the Coalition's boats policy (ABC News)Tonny Abbott menambahkan bahwa "kemauan untuk mengirimkan kemali kapal ke tempat yang aman" adalah salah satu alasan utama pemerintahan Howard berhasil mengurangi jumlah pencari suaka perahu.
"Para penyelundup manusia tahu bahwa permainan akan di bawah pemerintahan Koalisi," kata Abbott.
Sebelumnya pada bagian terakhir program Q & A, Turnbull mengatakan mungkin tidak aman untuk mengambil perahu kembali ke perairan Indonesia tanpa persetujuan dari pemerintah Indonesia.
Pernyataan tersebut meraih perhatian karena Koalisi Oposisi Australia telah berjanji sebelumnya untuk mengirim kapal-kapal pencari suaka kembali ke Indonesia.
Perwakilan dari Pemerintah Indonesia, termasuk Duta Besar untuk Australia, telah berulang kali menolak rencana itu.
(nwk/nwk)










































