Australia Bantu Timor Leste Basmi Penyakit Kaki Gajah dan Cacingan

Australia Bantu Timor Leste Basmi Penyakit Kaki Gajah dan Cacingan

ABC Australia - detikNews
Selasa, 11 Jun 2013 14:06 WIB
Jakarta -

Tim peneliti dari University of Sydney berharap akan memberantas dua penyakit parasit yang marak di kalangan anak-anak di Timor Leste.

Program Universitas Sydney itu bertujuan memberantas filariasis dan cacing tambang.

Pakar penyakit-penyakit menular, Profesor Peter McMinn, mengatakan fokus pertamanya adalah pada parasit yang dapat dibasmi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Filariasis, penyakit yang menyebabkan elephantiasis atau kaki gajah, yakni pembengkakan anggota badan yang kronis, dan cacing tambang," katanya.

"Kedua penyakit ini adalah parasit yang dapat disembuhkan dengan pengobatan."

Profesor McMinn mengatakan, keduanya dikenal sebagai penyakit tropis yang terabaikan, namun ia mengatakan, dampaknya terhadap anak-anak cukup ; serius.

"Yang pasti dalam kasus filariasis, itu adalah salah satu penyebab utama cacat tubuh di seluruh dunia," katanya.

"Demikian pula dengan cacing tambang. Cacing itu menyedot darah dan makanan, sehingga penderita menjadi kekurangan gizi dan juga menyebabkan anemia."

"Dan dampak utama infeksi kronis cacing tambang adalah si anak menjadi sangat kurus dan menderita anemia dan seringkali tidak dapat berkonsentrasi di sekolah."

Duta Besar Timor Leste untuk Australia, Abel Guterres, pernah mengalaminya.

"Saya beruntung berhasil sembuh, tapi banyak orang lain yang menderita dampak yang sangat serius," katanya.

Program Universitas dari kota Sydney itu bertujuan membasmi penyakit dengan memberi rakyat Timor Leste pengobatan anti parasit selama lima tahun.

Profesor McMinn mengatakan, program itu perlu mencapai setidaknya 80 persen populasi.

Para petugas kesehatan Timor Leste direncanakan akan diberi latihan untuk melaksanakan program tersebut.

Lukisan bersejarah dilelang untuk pengumpulan dana

Sementara itu, sebuah lukisan dengan nilai sejarah dilelang untuk mengumpulkan dana yang akan membantu pelaksanaan program kesehatan tersebut. Prakarsa itu didukung oleh WHO dan beberapa perusahaan farmasi, dan Rotary Club Sydney yang membantu melelang benda-benda yang disumbangkan oleh mantan presiden Timor Leste, Jose Ramos-Horta.

Salah satu benda yang dilelang adalah lukisan karya Xanana Gusmao.

;

;

Dubes Timor Leste, Abel Guterres, mengatakan, lukisan itu mempunyai sejarah yang menarik.

"Perdana Menteri kami, Xanana Gusmao, yang waktu itu pemimpin perlawanan dan berada di penjara di Jakarta, membuat lukisan ini untuk temannya, Jose Ramos-Horta, yang sedang merayakan ulangtahun," katanya.

"Ia juga melukisnya di dalam penjara dan kemudian lukisan itu diselundupkan keluar penjara dan sampai ke New York."

Profesor McMinn mengatakan lukisan Xanana Gusmao itu mempunyai nilai sejarah yang signifikan.

"Lukisan itu menggambarkan sebuah rumah tradisional Timor Leste," katanya.

"Dan di baliknya tertulis ucapan dari Xanana Gusmao kepada Jose Ramos-Horta pada hari ulangtahunnya, yang juga mendesaknya untuk terus berjuang bagi kemerdekaan Timor Timur."

Setelah pelelangan berakhir, lukisan tersebut akan dikembalikan ke Dili untuk dipamerkan di museum perlawanan nasional Timor Timur.

(nwk/nwk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads