Seorang tersangka ekstrimis Islam yang bermukim di kota Sydney kemarin didakwa setelah mengeluarkan ancaman akan melukai salah satu pejabat Commonwealth yang merupakan anggota tim anti-teror Australia.
Al-Ahmadzai dikenai dituduh mengancam akan membunuh seorang polisi. Diungkapkan bahwa dia dicurigai menelepon polisi itu bulan ini dan mengancam akan mematahkan lehernya dan menggoroknya.Penangkapannya dilakukan hanya selang beberapa hari setelah seorang tentara Inggris diserang dengan parang di tengah jalan kota London, dan beberapa minggu setelah bom Marathon Boston yang dilakukan oleh dua bersaudara Tsarnaev.
Semua peristiwa ini dilakukan oleh tersangka pelaku teroris yang independen yang sering disebut sebagai home grown terorists.
Profesor Greg Barton dari Pusat Penelitian Terorisme Global di Universitas Monash, Australia, berpendapat bahwa menguatnya ideologi-ideologi mengenai terorisme serta pengaruh internet sebagai penyebab menjamurnya sel-sel teroris independen ini.
"Ideologi lebih penting, bukan lagi gerakan. Lewat internet orang punya akses ke situs-situs terorisme," ujar Barton.
"Ada faktor ketidakadilan, faktor perang. Banyak orang yang menderita dan mungkin ini adalah salah satu motivasi untuk mengambil alih dan merespon. Tapi sayangnya, caranya salah."
Ia menambahkan bahwa pemahaman agama yang salah juga salah satu penyebab mencuatnya terorisme. "Ini sangat merugikan nama baik Islam. Perlu disadari, kebanyakan korban terorisme adalah umat Islam sendiri."
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Barton akhirnya mengatakan, walaupun terorisme tidak bisa dibasmi sepenuhnya tapi bisa dikendalikan.
"Caranya harus bekerja sama dengan membantu mendidik mereka yang punya pemahaman dangkal mengenai agama. Kalau hanya bergantung kepada polisi dan penerapan metode keras, maka sulit dibasmi."
(nwk/nwk)











































