Meteorolog, Sam Cleland, ;tiba di Dili pada tahun 1999 untuk membantu memulihkan pelayanan cuaca di negeri itu. Ia terkejut menemukan catatan 20 tahun kondisi cuaca di Timor Timur terserak di kantor yang ditinggalkan.
"Ada banyak catatan kertas berserakan di lantai, tingginya sampai semata kaki saya. Saya menghabiskan beberapa jam untuk memilah-milah kertas itu dan mencoba mengumpulkan apa yang saya bisa diselamatkan," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Catatan yang dikembalikan selain berbentuk kertas asli yang kemudian diserahkan ke arsip nasional Timor Timur, tetapi juga telah berbentuk digital sehingga badan dan ilmuwan setempat dapat mengakses data itu untuk penelitian dan pemodelan.
Ilmuwan Australia dan Timor Timur mengatakan data selama 20 tahun itu mengisi ruang kosong penting dalam pengetahuan tentang cuaca dan iklim di negaranya.
Mereka mengatakan selama ini Timor Timur kesulitan untuk memahami potensi perubahan iklim dan dampaknya ;karena informasi terkait cuaca di wilayah mereka hilang.
Digitalisasi data juga menjadi bagian dari proyek yang lebih luas untuk mengkonversi semua data cuaca Timor dari kertas ke format elektronik.
Masih banyak sekali data ; yang hilang dari periode ketika pulau kecil itu masih dijajah Portugal dan Indonesia. ; Timor Timur telah berusaha meminta data-data tersebut ke Portugal dan Indonesia.
(asy/asy)











































