Helen Brown adalah wartawan yang sudah memiliki pengalaman hampir 20 tahun. Karirnya diawali di wilayah pedesaan Australia –yang sangat berbeda dengan apa yang harus dihadapinya saat ini sebagai koresponden internasional di Jakarta bagi Australia Network.
Sebagai wartawan dari Australia, dia mengaku menghadapi tantangan yang sangat berbeda di Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Di Indonesia, perencanaan juga bisa dilakukan, tapi semuanya bisa berubah hanya dalam waktu setengah jam –jadwal orang berubah, waktu acara berubah, pemberitahuan jumpa pers didapat mendadak, dan banyak sekali isu, sangat melelahkan.”
“Tapi itulah yang saya cintai sebagai seorang wartawan. Itulah kenapa saya berada di Indonesia. Sebagai wartawan, Indonesia adalah tambang emas untuk cerita.”
Walaupun banyak menghadapi tantangan sebagai wartawan, Helen mengaku merasa sangat aman dan menikmati hidup di Jakarta.
“Orang Indonesia saya suka sekali karena mereka senang humor ironis. Humor underground. Lucu, santai dan rileks.”
“Saya suka tinggal di Jakarta. Gila, tapi menarik sekali.”
Sebagai wartawan, dia merasa sangat beruntung bekerja di Jakarta pada saat Indonesia melalui masa transisi menuju demokrasi, dan dia belajar banyak tentang keberagaman.
“Keberagaman di Indonesia sangat luar biasa, dan sebagai orang Australia ini sulit untuk dimengerti. [Di Indonesia] seorang perempuan dengan pakaian tradisional muslim bisa berteman baik dengan perempuan yang menggunakan rok mini, dan mereka menerima bahwa manusia berbeda-beda, dan kita harus mencari cara untuk hidup rukun.”
Dan walaupun selalu terlihat percaya diri dalam laporan-laporannya, Helen mengaku masih malu ketika sering dimintai foto.
“Tolong, tolong miss, picture picture ya, selalu. All the time. Saya malu,” katanya sambil tertawa.
(nwk/nwk)











































