DetikNews
Selasa 15 November 2016, 07:32 WIB

Wawancara

Herawati Sudoyo: Secara Genetik, Asal Usul Orang Indonesia Itu Beragam

Nograhany Widhi Koesmawardhani - detikNews
Herawati Sudoyo: Secara Genetik, Asal Usul Orang Indonesia Itu Beragam Foto: Dok. Istimewa
Jakarta - Dari mana asal usul orang Indonesia? Pertanyaan sederhana itu memantik Prof Herawati Sudoyo, PhD menelisik asal-usul orang Indonesia secara genetik.

Sudah 1,5 dekade terakhir, Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman meneliti hal itu. Secara genetik, asal usul orang Indonesia itu beragam.

Prof Herawati Sudoyo, PhD, periset Eijkman yang juga Wakil Kepala LBM Eijkman bidang Riset Fundamental memaparkan sekilas tentang riset ini.

(Baca juga: Herawati Sudoyo, Menguak Jasad Teroris hingga Nenek Moyang Orang Madagaskar)

Dalam dalam seminar bertajuk "Collaborative Research in Population Study: A Story of Human Dispersal in Indonesia" di Ruang Auditorium Sitoplasma Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Jl Diponegoro No. 69, Jakarta Pusat, Senin (14/11/2016), Herawati memaparkan risetnya dalam presentasi berjudul "The Peopling of Indonesian Archipelago: Unity in Diversity".

Dalam presentasi itu, Herawati memaparkan tujuan risetnya yang bisa menentukan sejarah pendudukan 13 pulau besar di Indonesia meliputi waktu kedatangan, pola migrasi hingga relasi kawin mawin dengan menganalisa data genetik DNA serta membandingkannya dengan data non-genetik seperti linguistik, etnografi, arkeologi dan sejarah.

Sudah ada nyaris 3 ribuan orang Indonesia dari 13 pulau dan 80 komunitas menjadi sampel analisa DNA. Hasil risetnya, sudah dimuat di jurnal ilmiah Nature.

Herawati dalam presentasinya menunjukkan secara riset genetik, termasuk kolaborasi dengan peneliti di dunia, asal-usul manusia di Bumi diketahui berasal dari Afrika, yang menyebar ke seluruh dunia, termasuk Indonesia, melalui daratan China hingga menuju Australia.
Herawati Sudoyo: Secara Genetik, Asal Usul Orang Indonesia Itu BeragamFoto: Dok. Istimewa

"Pertanyaannya, siapa sih yang bilang 'Oh oke, saya ini orang Indonesia asli lo'. Siapa? Yang mana yang namanya orang Indonesia asli? Itu penelitian sudah di 80 komunitas di Indonesia dengan pendekatan 3 tadi, kelihatan sekali pada dasarnya kita itu latar belakang genetiknya itu campuran," kata Herawati.

Dalam risetnya, Herawati menemukan bahwa orang di timur Indonesia lebih dekat dengan orang-orang di kawasan Samudera Pasifik, sedangkan di barat Indonesia, lebih dekat ke kawasan Asia Tenggara dan orang Nias dan Mentawai lebih dekat dengan suku asli Taiwan.

"Campuran itu sifatnya gradien. Jadi dia tidak rata semua di seluruh negeri ini. Tapi dari barat ke timur ada penurunan, jadi paling tinggi itu Austroasiatik, itu asalnya dari China daratan, dia turun pada waktu masih ada Paparan Sunda, jadi Sumatera, Jawa, Kalimantan dengan Semenanjung Malaya masih jadi satu. Orang-orang itu turun masuk ke Nusantara, membawa genetiknya, kawin mengawin, dengan sendirinya kita memiliki (genetikanya) kan," imbuhnya.

Berikut wawancara dengan Prof Herawati Sudoyo dalam forum seminar dan wawancara dengan detikcom di sela-sela seminar pada Senin (14/11/2016) di LBM Eijkman:

Mengapa Ibu tertarik meneliti asal usul orang Indonesia secara genetika?

Saya mengambil PhD dan saya bekerja dengan salah satu marka populasi yakni DNA mitokondria, tentu lebih ke arah kedokteran. Tujuannya untuk mempelajari struktur populasi di Indonesia. Dan saat itu tidak ada riset tentang populasi di Indonesia. Bhinneka Tunggal Ika itu secara konsep tentu bisa dikeluarkan karena riset ini terkait dengan etnisitas di Indonesia.

Secara kedokteran, riset ini bisa mempelajari penyakit darah seperti thalassemia. Misal seorang penderita thalassemia setelah periksa ke luar negeri, diagnosanya negatif. Ternyata penyakit ini merupakan kelainan pada DNA dan beberapa terkait dengan etnis. Berkait dengan etnis tadi, diagnosa tidak perlu berputar-putar melainkan spesifik. Sekarang pasien thalassemia tidak perlu diperiksa jauh-jauh dan banyak-banyak. Kita tinggal tanya "Asalmu dari mana?". Misal orangtuanya keturunan Bugis dan Minang, bisa dilakukan tes spesifik yang berkaitan dengan gen Bugis dan Minang.

Bisa diceritakan presentasi riset Ibu berjudul "The Peopling of Indonesian Archipelago: Unity in Diversity" tentang apa?

Sebenarnya saya ambil topik Peopling of Indonesia Archipelago ini bahwa kita mempelajari manusia-manusia semuanya di Indonesia dengan penekanan pada unity in diversity, bahwa kita itu beragam.

Pada prinsipnya bahwa secara genetik dari berbagai pendekatan yang sudah dilakukan, memang kita itu memiliki latar belakang yang bermacam-macam di satu individu.

Jadi di situ tadi saya mengemukakan apa sih yang mau dicapai dari studi seperti ini. Studi ini akan melihat bagaimana struktur dalam populasi.

Struktur populasi itu apakah memang benar, misalnya di satu daerah, misalnya di Jawa saja, itu sama nggak sih dengan di Sumatera, sama nggak sih dengan di Kalimantan? Lebih kecil lagi misalnya, di desa ini sama nggak dengan di desa lainnya?

Jadi kami nggak hanya lihat, dari satu gambaran besar luas, misalnya orang Jawa di Jakarta. Kita benar-benar melihat bagaimana keadaan mereka di tempatnya, kalau bisa. Jadi originnya.

Dari riset tersebut apa yang bisa kita lihat?

Kita menggunakan berbagai macam marka populasi. Diturunkan dari ibu itu namanya DNA mitokondria, diturunkan dari ayah itu namanya kromosom Y. Tapi sekarang ada yang diturunkan dari keduanya, kalau diturunkan dari ayah dan ibu itu autosomal DNA namanya, itu akan bisa melihat campuran. Karena bapak kita itu asalnya dari 2, ibu juga, demikian seterusnya.
Herawati Sudoyo: Secara Genetik, Asal Usul Orang Indonesia Itu BeragamFoto: Dok. Istimewa

Pertanyaannya, siapa sih yang bilang 'Oh oke, saya ini orang Indonesia asli lo'. Siapa? Yang mana yang namanya orang Indonesia asli? Itu penelitian sudah di 80 komunitas di Indonesia dengan pendekatan 3 tadi, kelihatan sekali pada dasarnya kita itu latar belakang genetiknya itu campuran.

Campuran itu sifatnya gradien. Jadi dia tidak rata semua di seluruh negeri ini. Tapi dari barat ke timur ada penurunan, jadi paling tinggi itu Austroasiatik, itu asalnya dari China daratan, dia turun pada waktu masih ada Paparan Sunda, jadi Sumatera, Jawa, Kalimantan dengan Semenanjung Malaya masih jadi satu. Orang-orang itu turun masuk ke Nusantara, membawa genetiknya, kawin mengawin, dengan sendirinya kita memiliki kan.

Nah tapi kemudian sebelum mereka masuk itu kan sudah ada, satu kelompokan pertama yang keluar dari Afrika. Dan itu Afrika melalui pantai selatan India dan sebagainya masuk Indonesia, ke Paparan Sunda lewat ke Nusa Tenggara masuk Paparan Sahul, kemudian ke Australia. Nah di situ semua itu masih ada. Tapi, peninggalan dari Papuan tadi lebih banyak di sebelah timur, itu kelihatan campuran-campuran tadi.

Apa sih gunanya pemetaan genetika itu?

Saya sudah menerangkan bahwa latar belakang genetik bisa kita gunakan untuk menangani penyakit, untuk melakukan riset medik. Contohnya penyakit thalassemia, itu yang paling bagus contohnya.

Orang di Indonesia Barat dan Timur berbeda campuran genetiknya?

Iya, ada gradiennya. Yang barat lebih ke daratan China dan yang timur lebih ke Afrika.

Dari dataran China dari mana?

Austroasiatik, itu dari China Selatan

Betul yang dibilang selama ini dari daerah Yunan, China?

Iya, dari sana.

Apakah perbedaan genetika orang di Indonesia barat dan timur ini dipisahkan garis Wallace?

Garis Wallace itu adalah garis di mana dia tidak bisa menyatu ya. Itu adalah tempat pengembaraan, mereka masuk dalam kelompok sendiri.

Penelitian akan dilanjutkan ke mana Bu?

Kalau dilihat dari petanya, ada daerah-daerah di mana masih kosong. Kita sudah lakukan tadi ada hubungan dengan Maanyan dan Malagasi-Madagaskar untuk dilihat secara keseluruhan dengan Austronesia.

Kalimantan sendiri kita sebenarnya banyak sekali di situ, suku-sukunya. Itu adalah sesuatu yang akan kita kerjakan nanti, tahun depan. Yang namanya Dayak itu kan bukan hanya satu, banyak sekali.

Ini menarik, yang hipotesa nenek moyang orang Madagaskar sempat diduga berasal dari Suku Bajo, Bugis dan Dayak Maanyan, namun ternyata konfirmasi riset genetik menunjukkan itu identik dengan Suku Banjar?

Oh ya betul, Banjar. Karena yang Maanyan itu sama sekali tidak ada kesamaan genetiknya. Tapi memang bahasanya ada, bisa aja, kan sungainya dulu besar sekali di situ kaya laut. Jadi orang Maanyan turun dan bercampur dengan orang Banjar, bahasa itulah yang dibawa. Bukan orang Maanyan yang kemudian bermigrasi, orang Banjar yang kemudian bermigrasi. Dan ini sudah terkonfirmasi, dari genetikanya

Riset lanjutannya dicari kemana lagi?

Sekarang pertanyaannya, apakah mereka sekaligus? Berlayarnya sekaligus? Perpindahannya di mana? Itu kan yang dicari. Berhentinya di mana?
Itu yang perku dibuktikan, ada nggak?

Padahal suku Banjar kan bukan petualang laut seperti Suku Bajo kan?

Nggak ya, nggak sea nomad. Tapui dari bahasanya Malagasi yang 5% itu yang campur-campuran nggak karuan itu ada Malay, ada Jawa Kuno, ada macam-macam di situ, bisa saja itu bahasa dibawa, bahasa pinjaman atau orang-orangnya di sana.

Jadi risetnya akan mempelajari migrasinya ke Madagaskar?

Iya

Riset genetika in Indonesia ini bagaimana kelanjutannya?

Papua masih kosong. Di Papua, dataran tinggi dan pantai berbeda. Yang pantai bercampur dengan orang-orang Austronesia yang turun itu dan kemudian melanjutkan perjalanan ke Polinesia.


(nwk/trw)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed