DetikNews
Minggu 16 Januari 2011, 18:24 WIB

IGK Manila, \'Perjaka Senja\' Berkepala Pelontos yang Tak Takut Mati

- detikNews
IGK Manila, \Perjaka Senja\ Berkepala Pelontos yang Tak Takut Mati
Jakarta - Lama tak terdengar, sosok IGK Manila kembali muncul di ruang publik seiring dengan maraknya pemberitaan tentang timnas Indonesia dan PSSI. Meski kerap melontarkan kritik keras tentang Nurdin Halid cs, dia mengaku tak takut mati.

\\\"Ya, kalau mati ya mati. Kalau ada yang ngancam sih nggak ada, kalau ada yang nggak setuju buktikan saja, kalau perlu sampai pengadilan,\\\" ujar Manila saat ditanya apakah ada intimadasi dari pihak-pihak tertentu yang gerah dengan aksinya.

Hal tersebut dijawab Manila usai diskusi bertajuk \\\'Save Our Soccer\\\' di LBH Jakarta, Jl Borobudur, Jakarta Pusat, Minggu (16\/1\/2011).

Pensiunan TNI berpangkat Mayjen ini mengaku sudah muak dengan pengelolaan sepakbola di Indonesia. Karena itu, dia selalu berbicara agar PSSI direformasi, termasuk melakukan audit di keuangannya.

Dia berharap, olahraga di Tanah Air bisa bangkit setelah adanya reformasi di kepengurusan PSSI. \\\"Saya dari dulu bicara ini, tapi nggak didengar. Sekarang mumpung ada momen, saya harap semua mau dengar,\\\" imbuhnya.

Di tengah kesibukannya dalam dunia sepakbola, pria berumur 69 tahun ini mengaku masih gemar menjaga kebugaran. Ada istilah unik yang menggambarkan aktivitas olahraganya yakni,\\\'Perjaka Senja\\\'.

\\\"Saya salah satu Perjaka Senja. Persatuan jalan kaki Senayan-Jakarta. Olahraga saya jalan. 3 hari tiap minggu nggak kurang dari 15 menit,\\\" ceritanya.

Saking cintanya dengan sepakbola, Manila tak pernah melewatkan satu pun tayangan pertandingan di televisi. Mulai dari Liga Inggris hingga Liga Jerman selalu disaksikannya.

\\\"Saya juga pecinta Manchester United, saya pecinta klub itu menang atau kalah,\\\" tegasnya.

Saat ditanya soal penampilannya yang selalu tampil pelontos, Manila mengaku merasa nyaman dengan hal itu. Sejak tahun 2010, dia memutuskan untuk tampil botak meski harus mencukurnya tiap hari.

\\\"Saya akan pelontos terus, selama masih bisa beli silet,\\\" seloroh lulusan Akmil tahun 1962 ini.




(mad/nrl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed