Ubah Energi Pintu Putar Halte Busway Jadi Listrik, Mahasiswa UI Juara Dunia

Muda dan Menginspirasi

Ubah Energi Pintu Putar Halte Busway Jadi Listrik, Mahasiswa UI Juara Dunia

Nograhany Widhi K - detikNews
Rabu, 28 Sep 2016 13:07 WIB
Foto: Nabila dan Stephanie, dua mahasiswa UI yang mengubah energi pintu putar halte busway jadi listrik jadi juara 2 dunia Go Green City Schneider Electric 2016 di Paris. (Foto: Universitas Indonesia)
Jakarta - Dua mahasiswa Universitas Indonesia (UI) menemukan cara ubah energi pintu putar kaki tiga di halte busway jadi listrik. Mereka diganjar juara 2 Kompetisi Go Green City Schneider Electric 2016 di Paris.

Dua mahasiswi Fakultas Teknik UI (FTUI), Nabila Astari (Teknik Mesin 2013) dan Stephanie Rawi (Teknik Mesin 2013) berhasil menciptakan "Droplock Turnstile Gate". Alat tersebut mampu mengonversikan energi yang terbuang dari putaran pintu tiga kaki di Halte Busway TransJakarta menjadi energi listrik yang sanggup memenuhi kebutuhan listrik di halte.

Berkat gagasannya, Nabila dan Stephanie yang tergabung dalam tim Scarft UI ini berhasil meraih predikat Juara 2 Dunia pada ajang Kompetisi Go Green City Schneider Electric 2016 mewakili Indonesia di Paris pada (22/9) pekan lalu, demikian rilis Universitas Indonesia yang diterima Rabu (28/9/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nabila dan Stephanie, dua mahasiswa UI yang mengubah energi pintu putar halte busway jadi listrik jadi juara 2 dunia Go Green City Schneider Electric 2016 di Paris. (Foto: Universitas Indonesia)Nabila dan Stephanie, dua mahasiswa UI yang mengubah energi pintu putar halte busway jadi listrik jadi juara 2 dunia Go Green City Schneider Electric 2016 di Paris. (Foto: Universitas Indonesia)


Gagasan awal temuan ini berangkat dari aktivitas yang dilakukan oleh penumpang TransJakarta saat men-tap kartu akses masuk halte TransJakarta. Saat melewati pintu tiga kaki, terdapat gerakan berputar yang menghasilkan energi. Energi yang terbuang tersebutlah yang dimanfaatkan oleh kedua mahasiswa UI ini untuk dikonversikan menjadi energi listrik.

"Kami menciptakan sebuah kotak berukuran sedang yang didalamnya terdapat sistem mekanikal untuk mengoptimalkan pendapatan listrik. Sistem mekanikal tersebut dirangkai dan diletakkan ke dalam pintu putar tiga kaki sehingga mampu menghasilkan energi ke genator dan mengonversikannya menjadi energi listrik," tutur Nabila.

Nabila menambahkan, bersama temannya Stephanie, sudah melakukan kalkulasi, jika diimplementasikan, alat ini mampu menghasilkan listrik hingga 15 kwh/hari.

"Dengan demikian, energi listrik tersebut akan mampu menghidupi perangkat card reader yang dipakai untuk membaca kartu akses masuk penumpang. Sedangkan sisa energi listrik yang dihasilkan dapat juga dimanfaatkan untuk charging spot, televisi, lampu maupun menyalakan listrik satu halte," imbuh Nabila.

Tim Scraft UI berhasil mengungguli tim Holoenergy dari Brasil yang meraih Juara ke-3. Sedangkan tim Anemoi dari Jerman berhasil meraih predikat Juara 1. Sebelum berangkat ke tingkat dunia, Nabilda dan Stephanie berhasil unggul di tingkat nasional dan Asia dengan berhasil mengalahkan 9 tim yang berasal dari Korea, Jepang, Taiwan, Thailand, Vietnam, Philipina, Singapore, Malaysia, dan Myanmar.

Prestasi membanggakan ini turut membawa harum nama bangsa Indonesia. Kunci kemenangan tim Scraft UI ada pada orisinalitas ide, memenuhi unsur energi ramah lingkungan serta kesiapan alat ini untuk diimplementasikan ke pintu putar tiga kaki di halte-halte TransJakarta.

Menurut Nabila, timnya telah mengajukan kerjasama dan pihak TransJakarta menyambut dengan baik gagasannya tersebut. Alat ini tidak hanya bisa dipakai halte TransJakarta melainkan di area layanan publik lainnya yang menggunakan pintu putar tiga kaki seperti stasiun dan tempat wisata.

Ia berharap, ke depannya ada penelitian lanjutan terhadap alat ini agar menjadi lebih efisien dan dapat diproduksi secara massal serta didistribusikan ke seluruh Indonesia dan atau bahkan dunia. (nwk/trw)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ajang penghargaan persembahan detikcom dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk menjaring jaksa-jaksa tangguh dan berprestasi di seluruh Indonesia.
Hide Ads