"Saya kenal Novel sejak kecil, jadi Novel yang saya tahu adalah anak yang lurus, berani," kata Anies di Gedung Kemendikbud, Sudirman, Jakarta Selatan, Sabtu (2/5/2015).
Sebagai sepupu, Novel sering bercerita tentang risiko pekerjaannya sebagai polisi maupun kini sebagai penyidik KPK. Pekerjaan menantang ini bukannya tanpa hambatan, bahkan bisa menyangkut nyawa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anies terakhir bertemu Novel sekitar sebulan yang lalu. Novel pernah berkisah tentang pengalamannya lolos dari maut. Rasa syukur atas hidup yang masih diberikan Tuhan dimanfaatkan Novel untuk terus berjuang memberantas korupsi.
"Dia memang merasa hidup dia ini ekstra karena pernah lolos dari peluru. Dan kami semua mengatakan bahwa yang kami punya ini hanya nama baik kok," ucap Anies.
"Orangtua kita turut bangun republik ini dan kita ingin jaga republik ini. Republik ini kaya raya hanya saja karena korupsi jadi banyak masalah," sambung penggagas Gerakan Indonesia Mengajar ini.
Novel ditangkap Bareskrim Polri pada Jumat (1/5) dini hari di rumahnya di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Novel djerat dengan kasus penganiayaan berat dan pembunuhan saat dia menjabat sebagai Kasatserse Polres Bengkulu tahun 2004.
(imk/fjp)











































