Dudy Iskandar, Kabid Pendaratan dan Izin Masuk Imigrasi Soekarno-Hatta, selaku atasan dari Pangestu menceritakan awal mula peristiwa memalukan tersebut. Dia menyebut semua berawal dari pelayanan terhadap seorang pria asing.
Berikut kronologinya, seperti disampaikan oleh Dudy, kepada detikcom, Kamis (6/11/2014):
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- Ada seorang WNA yang dilayani oleh Pangestu di terminal kedatangan internasional. Dia diminta untuk menunjukkan tiket, namun harus dicari dulu di ponsel. Akhirnya Pangestu meminta pria asing itu menyingkir sebentar agar antrean bisa berjalan.
- Pangestu kemudian meminta F, WNI yang datang bersama keluarganya dari Kuala Lumpur, untuk maju dari antrean belakang. Namun belum sempat dilayani, ternyata WNA tadi yang belum bisa menunjukkan dokumen, sudah menemukannya. Akhirnya, F diminta untuk mundur kembali ke antrean. Sementara Pangestu melayani kembali WNA tersebut.
- Rupanya F tidak terima dengan perlakuan Pangestu yang memintanya mundur kembali ke antrean. Dia marah-marah kemudian mengeluarkan kata-kata kasar. Terlebih saat diminta Pangestu maju ke counter setelah WNA tersebut selesai. Salah satu kalimat yang diingat oleh Pangestu adalah: "petugas imigrasi tidak becus dan mementingkan warga asing," ucap Dudy.
- Pangestu sempat berusaha meredam emosi F. Namun F malah menantang berkelahi di luar area bandara. Lalu, saat Pangestu turun dari counter untuk menyelesaikan masalah dengan F di ruangan, terjadilah aksi pemukulan. F memukul Pangestu dua kali, bahkan saat Pangestu terjatuh, F sempat menendang.
Pukul 20.30 WIB
- F dibawa ke ruangan Imigrasi oleh petugas. Menurut Dudy, tidak ada permintaan maaf secara lisan atau tulisan dari F soal insiden tersebut. F dan keluarganya kemudian meninggalkan ruangan.
Rabu 5 November 2014
-Kasus ini dilaporkan ke Polres Bandara Soekarno-Hatta. Kepolisian sudah memeriksa CCTV di bandara untuk menyelidiki kasus ini.
(mad/ndr)











































