Jangan Ada Lagi TKI yang Diperas Preman Berseragam di Bandara Soetta

Jangan Ada Lagi TKI yang Diperas Preman Berseragam di Bandara Soetta

- detikNews
Sabtu, 26 Jul 2014 08:56 WIB
Jangan Ada Lagi TKI yang Diperas Preman Berseragam di Bandara Soetta
Jakarta - Anda pernah melihat para TKI dari Hong Kong atau Timur Tengah kala turun di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Cengkareng, Banten? Biasanya tak sedikit diantara mereka karena ketidaktahuan dan keluguannya dimanfaatkan oknum-oknum berseragam. Para TKI ini dengan alasan didata kemudian malah dijadikan objek pemerasan.

Dan itu bukan isapan jempol, tengok saja sidak yang dilakukan UKP4, KPK, dan Bareskrim Polri di Bandara Soekarno-Hatta. 18 Oknum berseragam dari Polri, TNI, dan BNP2TKI diamankan karena melakukan praktik nista pemerasan pada TKI dan warga asing.

"Sangat mungkin ada pihak-pihak lain yang terlibat dari hasil pemeriksaan kedelapan belas orang tersebut," kata Kepala Deputi UKP4 Mas Achmad Santosa dalam keterangannya, Sabtu (26/7/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Praktik premanisme yang terorganisir dan didiamkan diduga terjadi di bandara bertaraf internasional itu. Mungkin saja, praktik itu sudah terjadi bertahun-tahun, dan coba bayangkan berapa uang TKI yang dikeruk para preman itu.

Direktur Migrant Care Anis Hidayah yang concern akan nasib TKI meminta agar para pelaku dan oknum-oknum bekingnya diberantas habis. Jangan sampai hanya satu atau dua bulan saja praktik ini hilang, tapi kemudian muncul lagi dan lebih buas menerkam TKI.

"Bagaimana memastikan agar semua itu dibongkar," tegas Anis.

Kuat dugaan para preman berseragam itu berkomplot. Mereka bekerja rapi bak mafia. "Mereka terorganisir," tutur Anis.

Diharapkan dengan sidak yang juga dihadiri Staf ahli UKP4 Yunus Husein, Ketua KPK Abraham Samad, Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto, Adnan Pandu Praja, dan Zulkarnaen, serta Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Suhardi Aliyus bisa menuntaskan pungli dan premanisme di Bandara Soekarno-Hatta. Jangan lagi TKI menjadi korban di negeri sendiri.

(jor/ndr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads