Namun secara tegas Deddy mengatakan jika syuting dilakukan tanpa mengganggu kegiatannya sebagai Wagub Jabar. Ia pun mengungkapkan bahwa jadwal syuting selama ini dilakukan berdasarkan kehendak dirinya.
"Saya syuting saat kosong. Kalau sudah enggak ada kegiatan (Wagub) lagi," ujar Deddy saat ditemui usai salat tarawih di Pengadilan Tinggi Jabar, Jalan Surapati, Selasa (15/7/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pak Rudy (Kabiro Humas dan Protokoler) saja tidaj tahu. Karena semua pekerjaan saya kerjakan semua," katanya.
Ia mencontohkan, jika dirinya ada tugas ke Jakarta, kemudian tak ada lagi agenda lain. Deddy pun akan menghubungi pihak produksi sinetron untuk menanyakan apakah ada scene dirinya yang bisa dilakoni.
"Saya tanya, ada jadwal scene ga. Kalau ada, ya saya mampir untuk syuting," katanya.
Hal itu dilakukan karena menurutnya syuting adalah kegiatan sampingan, sementara pekerjaan sebagai Wagub adalah pekerjaan utamanya.
"Jadi jadwal syuting itu ngikutin jadwal saya. Kalau mereka mau pakai saya, ya begitu aturannya. Saya tidak bisa dipaksa sebab saya kan ada tugas yang lebih besar," jelas Deddy.
Selain itu, substansi tayangan sinetron yang ia mainkan tersebut dinilainya bagus, bahkan kerap mendapatkan penghargaan. Karena itu Deddy menegaskan apa yang ia lakukan itu sekaligus sebagai bagian dari memberikan inspirasi pada masyarakat luas.
"Masa ibadah enggak boleh. Coba saya tanya, sinetron itu bagus enggak? Menginspirasi umat Islam enggak? Malah saya ini wagub yang paling produktif. Saya bisa menyapa masyarakat melalui tayangan. Bandingkan dengan kunjungan ke sebuah acara protokoler," katanya.
Episode yang dimainkan pun kata Deddy tak sebanyak sebelum dirinya menjadi wagub.
(tya/fdn)











































