detikcom
Kamis, 10/04/2014 15:36 WIB

Salah Hitung, Penghitungan Suara di 1 TPS di Semarang Diulang

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Foto: Angling Adhitya P/detikcom
Semarang - Penghitungan suara ulang dilakukan di TPS 09 Kelurahan Purwosari, Kecamatan Semarang utara. Hal itu disebabkan karena adanya kesalahan perhitungan dan dugaan penggelembungan suara.

Ketua Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) Semarang Utara, Supardi mengatakan, kesalahan perhitungan suara diketahui saat perhitungan pertama berlangsung karena dari 387 DPT dan 291 orang yang menggunakan hak pilihnya, ternyata jumlah suara menjadi sebanyak 386.

"Diketahui jam 23.00 tadi malam. Jadi mencoblos partai dan caleg dihitung dua," kata Supardi di TPS 09, Kecamatan Semarang Utara, Kamis (10/4/2014).

Menurut Supardi ada dua kemungkinan kenapa sampai terjadi kesalahan perhitungan. Pertama petugas KPPS yang kurang memahami aturan. Kedua, ada kemungkinan PPS salah dalam menyampaikan informasi ke KPPS.

"Mungkin sumber daya manusia KPPS kurang memahami, kedua mungkin dari atasan mereka salah menyampaikan regulasi," tandasnya.

Penghitungan suara ulang di TPS 09 tersebut dilakukan untuk pemilihan caleg DPR RI, DPRD Provinsi Jawa Tengah, dan DPRD Kota Semarang. Kegiatan dilakukan mulai pukul 10.00 dihadiri dua saksi dan petugas lainnya. Tidak hanya itu, sejumlah anggota polisi yang dua di antaranya membawa senjata ikut berjaga mengamankan jalannya penghitungan ulang.

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Djihartono mengatakan ada dugaan penggelembungan suara, oleh sebab itu pihaknya melakukan pengamanan ketat di TPS tersebut.

"Ada dugaan penggelembungan, sebagai kelpolisian, sudah menjadi tugas kami mengamankan perhitungan ulang sampai tidak ada masalah. Ini berjalan baik, pengamanan juga dari jumlah personil dan cara bertindak sudah baik," tandas Djihartono.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(alg/try)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 14/09/2014 14:52 WIB
    Lulung: Yang Penting Pak Ahok Manis Bicara, Ai Dukung
    Gb Haji Lulung mengaku sudah tidak ada masalah dengan Ahok yang bersuara keras soal kebobrokan DPRD jika pilkada tidak dilakukan langsung. Dia mengingatkan Ahok berhati-hati bicara sehingga tidak ada yang tersinggung.
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
46%
Kontra
54%