detikcom
Kamis, 10/04/2014 05:25 WIB

Kejutan Serba Dua Pasca Pileg 2014

Ramdhan Muhaimin - detikNews
Index Artikel Ini  Klik "Next" untuk membaca artikel selanjutnya 1 dari 4 Next »
Jakarta - Proses penghitungan suara pemilihan legislatif sedang berlangsung. Komisi Pemilihan Umum (KPU) baru akan mengumumkan hasil pemilihan legislatif pada tiga pekan mendatang. Namun dari penghitungan cepat yang dilakukan beberapa lembaga survei, urutan pemenang pemilu sudah dapat terlihat.

Hasil pileg sementara yang dirilis lembaga survei dengan hasil hitung cepat atau quick count, menunjukkan banyak kejutan yang tak terprediksi sebelumnya, mulai dari 'gagal'nya PDIP menembus batas presidential treshold (PT) 25 persen, parpol yang anjlok karena terpaan isu korupsi, namun di sisi lain ada parpol yang mengalami lonjakan suara signifikan, hingga 'hasil' pileg justru memicu perpecahan internal parpol.



Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
69%
Kontra
31%