Rabu, 09/04/2014 16:20 WIB

Pelanggaran Pemilu Temuan Bawaslu: Intimidasi Hingga Surat Suara 'Bolong'

Prins David Saut - detikNews
Jakarta - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menemukan sejumlah pelanggaran dalam pelaksanaan Pileg 2014 di beberapa daerah di Indonesia. Mulai dari surat suara yang sudah dicoblos sebelum dibagikan, hingga intimidasi antar kader parpol.

"Kami temukan hari ini ada surat suara yang telah dicoblos sebelum dibagikan. Itu ada dan kami akan selidiki," kata Komisioner Bawaslu Nasrullah di gedung RRI, Jakarta Pusat, Rabu (9/4/2014).

Nasrullah tidak menyebutkan di mana surat suara tercoblos itu terjadi dan berapa banyak surat suaranya. Namun untuk kasus intimidasi, hal ini terjadi di Aceh dan antar kader parpol.

"Kalau di Aceh memang masih ada intimidasi pada parpol tertentu yang dilakukan kader parpol tertentu," ujar Nasrullah.

Selain itu, beragam isu miring mewarnai pengiriman logistik seperti isu pesawat logistik KPU yang dikabarkan jatuh di Papua ternyata hoax. Walau begitu, Nasrullah mengatakan kendala cuaca memang menjadi tantangan penyaluran logistik di seluruh wilayah di Indonesia.

"Sampai hari ini masih ada gangguan cuaca dalam hal penyaluran logistik. Temuan lain, coblos surat suara dan ada beberapa pertukaran surat suara," tutup Nasrullah.



Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(vid/mad)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 14/09/2014 14:52 WIB
    Lulung: Yang Penting Pak Ahok Manis Bicara, Ai Dukung
    Gb Haji Lulung mengaku sudah tidak ada masalah dengan Ahok yang bersuara keras soal kebobrokan DPRD jika pilkada tidak dilakukan langsung. Dia mengingatkan Ahok berhati-hati bicara sehingga tidak ada yang tersinggung.
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
44%
Kontra
56%