detikcom
Kamis, 10/04/2014 01:38 WIB

Quick Count Cyrus-CSIS

Quick Count Sementara: PDIP 19%, Golkar 14,3%, Gerindra 11,8%

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Suasana quick count CSIS-Cyrus/detikcom
Jakarta - Cyrus Network bekerja sama dengan Centre for Strategic and International Studies (CSIS) melakukan quick count Pemilu 2014. Hingga dini hari ini hitung cepat belum juga berakhir, data masuk 98%. Berikut hasil sementaranya:

Posisi terbaru pada pukul 01.32 WIB, Kamis (10/4/2014), PDIP meraih 19% disusul Golkar (14,3%), Gerindra (11,8%), dan Partai Demokrat (9,6%).

Data quick count diterima oleh pusat data dari 2.000 TPS di 2.000 desa/kelurahan di 33 provinsi. Data yang Anda saksikan disajikan secara realtime dan mencerminkan hasil penghitungan quick count yang sebenarnya. 2.000 TPS diacak dengan metode Multistage Random Sampling. Tingkat kepercayaan hitung cepat ini 95 persen dengan margin of error +/- 1 persen. Quick count ini paling tidak melibatkan 1 juta pemilih.

Berikut hasil quick count sementara Cyrus Network-CSIS sesuai nomor urut partai:

1. NasDem: 6,9%
2. PKB: 9,2%
3. PKS: 6,9%
4. PDIP: 19%
5. Golkar: 14,3%
6. Gerindra: 11,8%
7. PD: 9,6%
8. PAN: 7,5%
9. PPP: 6,6%
10. Hanura: 5,5%
14. PBB: 1,6%
15. PKPI: 1,1%
Data Masuk: 98%

Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(van/nrl)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
63%
Kontra
37%