Detik.com News
Detik.com
Jumat, 04/04/2014 21:05 WIB

Korban Tewas Kecelakaan KA Malabar di Tasikmalaya Bertambah Jadi 4 Orang

Baban Gandapurnama - detikNews
Korban Tewas Kecelakaan KA Malabar di Tasikmalaya Bertambah Jadi 4 Orang (pasangmata.com)
Jakarta - Korban kecelakaan Kereta Api Malabar jurusan Bandung- Malang di Tasikmalaya, Jawa Barat, terus bertambah. Data dari kepolisian sampai pukul 21.00 WIB, telah ditemukan 4 jasad.

"Korban meninggal dunia 4 orang," ujar Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Martinus Sitompul, dalam pesan singkatnya kepada detikcom, Kamis (4/4/2014).

Martin mengatakan polisi mengirim 2 kompi pasukan untuk melakukan evakuasi. Total pasukan yang diturunkan Polda Jabar berkekuatan 300 personel.

"Polda Jabar mengirim 2 Kompi berkekuatan 300 personel dari Satuan Brimob dan Direktorat Sabhara serta peralatan SAR untuk membantu mencari dan mengevakuasi korban," ucapnya.

KA Malabar jurusan Bandung-Malang anjlok sekitar pukul 18.06 WIB. Penyebab kecelakaan karena tanah longsong yang diguyur hujan.



Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(bbn/rvk)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%