Detik.com News
Detik.com
Kamis, 03/04/2014 14:51 WIB

Survei PolcoMM Institute: PDIP Pemenang Pemilu 2014

Indah Mutiara Kami - detikNews
Survei PolcoMM Institute: PDIP Pemenang Pemilu 2014
Jakarta - Political Communication Institute (PolcoMM Institute) melakukan survei untuk memotret elektabilitas partai politik. Hasilnya PDIP diprediksi jadi pemenang Pemilu 2014.

"Sebagian besar, responden memilih PDIP yakni 23,1% lalu disusul oleh Partai Golkar 17,3%, kemudian Gerindra 7,7% dan Demokrat dengan 5,1%, serta Partai NasDem 4,5%. Sedangkan responden yang belum menentukan pilihan sebesar 23,3%," kata Direktur Political Communication Institute (PolcoMM) Heri Budianto dalam paparan survei di Cheese Cake Factory, Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (3/4/2014)

Metode yang digunakan adalah multistage random sampling yang melibatkan 1.200 responden di 33 provinsi yang dilakukan dengan wawancara langsung secara tatap muka kepada responden dari 19 Maret hingga 29 Maret 2014 dengan tingkat kepercayaan sebesar 95% dan margin of eror sebesar 2,9%.

Berikut tingkat elektabilitas parpol berdasarkan survei PolcoMM Institute:

1. PDIP: 23,19%
2. Golkar: 17,3%
3. Gerindra: 7,7%
4. PD: 5,1%
5. NasDem: 4,5%
6. Hanura: 4,2%
7. PKB: 3,2%
8. PAN: 3,1%
9. PKS: 3,1%
10. PPP: 2,5%
11. PBB: 1,6%
12. PKPI: 1,3%


Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(van/trq)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%