detikcom

Kamis, 03/04/2014 09:34 WIB

Tanya KPU

Apakah Bisa Mencoblos Hanya Dengan Menunjukkan KTP Asli?

Nita Rachmawati - detikNews
Jakarta - Penanya: Sus_ilo (susilo.0500507@gmail.com)

Q: Saya (dan mayoritas PNS Pusat) saat ini bekerja diluar home base. Kami semua terancam tidak bisa memilih karena tdk ada waktu dan biaya pulang untuk ngurus A5 (karena tidak bisa diwakilkan), sementara hari-H di tengah-tengah minggu (apa ada unsur klenik? kenapa tidak Jum'at atau Senin?). Apa tidak bisa dengan hanya menunjukkan KTP asli saja agar bisa berpartisipasi dalam pemilu? Terimakasih. Semoga Indonesia tetap jaya?

A: Penentuan hari H pemungutan suara didasarkan untuk melibatkan sebesar-besarnya masyarakat pemilih terlibat secara aktif, sehingga partisipasi tinggi. Berdasarkan pengalaman dari pemilu ke pemilu yg diselenggarakan hari Sabtu atau Minggu atau senin, tingkat partisipasinya cukup rendah. Untuk pindah memilih, Silahkan masih ada waktu untuk pengurusannya dari PPS asal ke PPS tujuan untuk mendapat A5.

Komisioner KPU,
Ferry Kurnia Rizkiyansyah


Anda juga punya pertanyaan untuk KPU? Sampaikan pertanyaan Anda di sini.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(nit/trq)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
77%
Kontra
23%