Detik.com News
Detik.com

Minggu, 30/03/2014 15:32 WIB

Batal Kampanye karena Pesawat Delay, PKS: Soalnya Nggak Carter Pesawat

Danu Damarjati - detikNews
Batal Kampanye karena Pesawat Delay, PKS: Soalnya Nggak Carter Pesawat Foto: Danu Damarjati/detikcom
Surabaya - Presiden PKS Anis Matta batal kampanye ke Mataram, Nusa Tenggara Barat, karena pesawat maskapai Wings Air yang dia akan tumpangi mengalami keterlambatan keberangkatan. PKS pun berucap.

"Nasib, kalau nggak carter pesawat atau jet, ya begini. Habis, bagaimana lagi, partai miskin," kata Sekretaris Jenderal PKS Taufik Ridho berkelakar sambil berdiri bersama Anis di Bandara Juanda, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (30/3/2014).

Pesawat yang sedianya mereka tumpangi berangkat pukul 13.00 WIB dan sampai di Pulau Lombok, NTB, pukul 15.30 WIB. Rencananya Anis akan langsung berorasi di Lapangan Gotong Royong Masbagik, Lombok Timur. Namun keterlambatan keberangkatan pesawat membatalkan rencana ini.

"Delay keberangkatan menjadi 15.30 WIB. Kalau berangkat pukul 15.30 WIB maka sampai di sana pukul 16.30 WIB. Kalau Waktu Indonesia Timur jadi pukul 17.30 WIT. Maka sampai sana sudah wassalam (kampanye sudah bubar)," tutur Taufik.

Padahal Anis sudah bergegas meninggalkan Stadion Gelora Sidoarjo, Jawa Timur, demi mengejar pesawat. Namun Anis menyatakan Fahri Hamzah beserta istri Anis Matta sudah bersiap meramaikan kampanye bersama rombongan dari Jakarta, termasuk sejumlah artis.

"Kampanyenya berlangsung, tapi tanpa kita. Ada Pak Fahri Hamzah. Istri saya dan rombongan Jakarta juga sudah sampai sana," kata Anis yang berkemeja putih sambil memikirkan rencana kegiatan kampanye pengganti.



Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(dnu/try)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/05/2015 20:11 WIB
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli Ada yang menilai kurang moncernya kinerja tim ekonomi saat ini tak lepas dari kurang optimalnya peran Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Andrinof Chaniago. Kepala Bappenas itu juga dituding banyak memangkas program-program unggulan Presiden Joko Widodo yang tertuang dalam Nawa Cita.
ProKontra Index »

Ayah Pemerkosa Putri Kandung dan Bunuh 4 Anaknya Layak Dihukum Mati!

Sadriansyah, warga Sungai Kunjang, Samarinda, Kaltim tega memperkosa putri kandungnya dan membunuh 4 anak-anak sendiri saat masih kecil. Anggota Komisi VIII DPR Maman Imanulhaq berpendapat, Sadriansyah pantas dihukum mati karena menjadi ayah yang biadab. Bila Anda setuju bahwa hukuman yang setimpal bagi Sadriansyah adalah hukuman mati, pilih Pro!
Pro
91%
Kontra
9%