Detik.com News
Detik.com
Jumat, 28/03/2014 15:53 WIB

Pesawat Kargo Militer India Jatuh Saat Latihan

Novi Christiastuti Adiputri - detikNews
Pesawat Kargo Militer India Jatuh Saat Latihan Ilustrasi (Thinkstock)
New Delhi - Sebuah pesawat kargo milik militer India jatuh ketika melakukan latihan rutin. Belum diketahui adanya korban tewas dalam insiden.

Dalam pernyataannya, Kementerian Pertahanan India menyebut pesawat kargo yang jatuh merupakan milik Angkatan Udara India. Pesawat kargo jenis C-130J Super Hercules merupakan buatan U.S. Lockheed Martin Corp.

Pesawat ini jatuh ketika terbang melintasi wilayah Madhya Pradesh, India. Seperti dilansir CNN, Jumat (28/3/2014), lokasi jatuhnya pesawat kargo ini ada di area berjarak 115 kilometer dari pangkalan udara Gwalior.

Juru bicara AU India mengaku tidak mengetahui pasti ada berapa orang di dalam pesawat kargo tersebut saat kejadian. Ada tidaknya korban jiwa dalam insiden ini belum dilaporkan.

Penyebab jatuhnya pesawat kargo ini masih belum diketahui. Penyelidikan otoritas setempat masih terus dilakukan.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(nvc/ita)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%