Detik.com News
Detik.com
Jumat, 07/03/2014 04:49 WIB

AS Kirim 6 Jet Tempur ke Semenanjung Baltik Pantau Kondisi Ukraina

Rivki - detikNews
AS Kirim 6 Jet Tempur ke Semenanjung Baltik Pantau Kondisi Ukraina Ilustrasi
Vilnius - Keputusan Presiden Rusia Vladimir Putin yang mendekatkan pasukan militernya ke arah Ukraina membuat sejumlah negara gusar. Amerika Serikat mengirim enam jet tempurnya ke perairan Lithuania untuk berjaga-jaga.

Dilansir dari www.businessweek.com, Jumat (7/3/2014), AS mengerahkan enam pesawat tempur ke Lithuania kemarin untuk memperkuat pertahanan di Semenanjung Baltik. Hal ini baru pertama kali dilakukan AS sejak Lithuania bergabung dengan AS di tahun 2004.

Bahkan, AS pun akan terus mengirimkan armada udaranya hingga 1 skuadron guna berjaga-jaga. Rencananya hingga tanggal 10 Maret, selusin pesawat AS akan tiba di Polandia untuk memantau perkembangan di Ukraina.

Sama seperti Lithuania, Moldova yang juga negara tetangga Ukraina meminta AS untuk mematau perkembangan. Perdana Menteri Moldova Iurie Leanca, sudah meminta langsung kepada Presiden AS Barrack Obama untuk memperkuat penjagaanya di daerah Ukraina.

Pasukan Russia memang ada sebagian yang ditempatkan di wilayah Moldova tepatnya di daerah Transnistria. Penempatan itu menyusul keputusan Putin untuk mengirimkan gelombang pasukan yang mengarah ke dekat Ukraina.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(rvk/tfn)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Segera Revisi PP Ganti Rugi Salah Tangkap Rp 1 Juta!

Ganti rugi Rp 1 juta bagi korban salah tangkap dinilai sudah tidak layak lagi. Ahli pidana UII Dr Mudzakkir mengatakan PP No 27 Tahun 1983 memuat ketentuan yang sudah tidak sesuai lagi dengan keadaan sekarang. Untuk itu, Dr Mudzakkir mengusulkan PP itu harus diubah dan memasukkan ganti rugi sesuai dengan kurs terkini. Bila Anda setuju dengan usulan Dr Mudzakkir, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%