Detik.com News
Detik.com
Jumat, 14/02/2014 12:39 WIB

Abu Gunung Kelud Bisa Saja Sampai Jakarta

Erna Mardiana - detikNews
Abu Gunung Kelud Bisa Saja Sampai Jakarta
Bandung - Dahsyatnya letusan Gunung Kelud di perbatasan Kediri, Malang, dan Blitar membuat dampak yang luar biasa. Abunya menyebar kemana-mana, hingga Kota Bandung. Apakah mungkin abunya sampai Jakarta?

"Ya bisa saja (sampai Jakarta), kalau ke Bandung sekarang sudah sampai. Tergantung angin. Saat ini anginnya ke arah Barat, makanya Bandung kena, kalau anginnya terus berhembus ke Jakarta, bisa saja Jakarta kena. Tapi ya tipis sama kaya Bandung," ujar Pelaksana Tugas Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api PVMBG Gede Suantika saat dihubungi detikcom melalui telepon, Jumat (14/2/2014). Saat ini Gede tengah berada di daerah Gunung Kelud.

Ketinggian letusan Gunung Kelud mencapai 17 kilometer dengan memuntahkan 100 juta hingga 120 juta material vulkanik. "Pasir vulkanik, debu vulkanik. Dengan ketinggian seperti itu, wajar hujan abu ke mana-mana," ujar Gede.

Gede memprediksi hujan abu akan berlangsung hingga dua hari. "Lama-lama intensitasnya akan menurun, paling nanti sekitar kawah saja. Kediri tadi malam hujan pasir, sekarang sudah hujan abu," ungkapnya.

Hingga kini statusnya masih di level 4, yaitu siaga. Karena itu, PVMBG mengimbau warga tak boleh mendekat dalam radius 10 kilometer. "Nanti akan kita evaluasi lagi, kalau sudah aman, radiusnya kita perpendek," terangnya. Namun ia tak bisa memprediksi kapan itu terjadi.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(ern/ndr)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%