"Ini ada beberapa daerah yang tergenang sedikit protes. Ini kan maksudnya kalau tergenang sedikit, kamu datang dong ke dapur umum, gak mungkin kita nganterin," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) di Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Jl. Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (13/1/2014).
Tetapi Ahok memaklumi jika para korban banjir enggan dievakuasi karena khawatir akan keamanan rumahnya. Ia mengapresiasi pihak kepolisian yang sudah membantu pengamanan rumah-rumah tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selanjutnya, ia berharap sistem pengawasan jalan melalui CCTV dapat segera diterapkan sehingga warga dapat mengawasi rumahnya yang ditinggal kala banjir.
"Mungkin kalau nanti kita sudah pasang CCTV penuh di jalan-jalan, orang berani tinggalin rumah karena dia tinggal masuk ke website, liatin depan rumahnya di CCTV," lanjut Ahok.
Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, jumlah pengungsi banjir di Jakarta hingga petang ini tersisa 1.800 orang. Pengungsi banjir pagi tadi mencapai sekitar 5 ribu orang di 39 titik pengungsian.
"Penanganan bisa ditangani lebih baik dari tahun lalu. Hari ini terus berkurang sisa 1.800-an orang," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta Bambang Musyawardana dalam jumpa pers di Kementerian Pekerjaan Umum, Kebayoran Baru, Jaksel, Senin (14/1/2014).
(rvk/rvk)










































