detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Senin, 21/04/2014 12:48 , Sumber : Radio Republik Indonesia

Senin, 18/11/2013 09:09 WIB

Ini Rekam Jejak Hakim Agung yang Selingkuh dengan Vica Natalia

Andi Saputra - detikNews
Vica dan Agung (ist.)
Jakarta - Vica Natalia kini telah menggantung toga karena selingkuh. Vica diyakini berselingkuh dengan banyak pria, salah satunya hakim Agung Wicaksono. Siapa dia?

Dalam catatan detikcom, Senin (18/11/2013), hakim Agung merupakan hakim yang berdinas di Pengadilan Negeri (PN) Batang. Jawa Tengah. Sebelum dimutasi ke PN Batang pada 1 Mei 2012, hakim Agung berdinas di PN Menggala, Lampung. Hakim yang gemar fotografi ini menjadi hakim pada tahun 2003 atau angkatan 17 Mahkamah Agung (MA).

Salah satu bukti perselingkuhan Vica dengan Agung adalah foto berdua di Hotel Borobudur, Jakarta. Dalam bukti itu, Vica mengenakan baju warna pink dengan belahan dada cukup rendah. Kalung warna-warni tampak menghiasi leher dan Vica tampak tersenyum ceria sambil memberikan salam Victory dengan dua jarinya. Adapun hakim Agung mengenakan baju t-shirt berkerah warna putih bercorak garis hitam.

Vica membantah jika foto tersebut dikaitkan dengan perselingkuhan karena semata-mata foto itu moment antar pertemanan semata.

"Ingat ya, pertemuannya di lobi Hotel Borobudur Jakarta. Pertemuan itu juga bersama teman-teman saya. Foto-fotonya pose narsis, semua orang juga melakukannya saat bersama teman-temannya termasuk dengan Agung Wicaksono. Jadi tidak ada foto bermesraan," kata Vica usai dipecat di kantor Komnas Perempuan, Rabu (6/10).

Meski Vica telah membantah, Komisi Yudisial (KY) terus menelusuri peran hakim Agung dalam perselingkuhan itu. KY sudah menyiapkan kartu pemecatan jika hakim Agung benar-benar terbukti berselingkuh dengan mantan pramugari itu. Rekomendasi ini tinggal menunggu persetujuan 7 komisioner Komisi Yudisial (KY) di tingkat rapat pleno.

"Nanti tergantung putusan sidang pleno, (kalau terbukti) ya artinya seperti itu (kena sanksi)," kata komisioner KY Taufiqqurahman Sahuri, Sabtu lalu.


Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(asp/fdn)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
78%
Kontra
22%
MustRead close