Jumat, 04/10/2013 03:05 WIB

Polisi Sita Aset Milik Bandar Sabu di Kampung Ambon Senilai Rp 3 M

Septiana Ledysia - detikNews
Jakarta - Satuan Reserse Narkoba Polres Jakarta Barat menyita aset senilai Rp 3 miliar milik bandar sabu kelas kakap Emanual Morison Yunus alias Ison (45). Aset berjumlah miliaran tersebut terdiri dari enam rumah yang lima diantaranya berada di Komplek Permata atau dikenal sebagai Kampung Ambon, Cengkareng.

"Aset bernilai lebih dari Rp 3 miliar ini merupakan milik tersangka Ison selama berbisnis sabu sejak 2010 lalu. Sesuai undang-undang seluruhnya harus dilakukan penyitaan," ujar Kasat Narkoba Polres Jakarta Barat, AKBP Gembong Yudha kepada wartawan, Kamis (3/10/2013) malam.

Gembong mengatakan, aset bernilai miliaran rupiah berupa enam unit rumah dan sejumlah benda tidak bergerak milik bandar sabu kelas kakap tersebut. "Ada enam unit rumah milik tersangka yang kami sita. Lima unit di Perumahan Permata, Kedaung Kali Angke, Cengkareng, dan satu unit di Komplek Perumahan Bukit Sentul, Bogor, Jawa Barat," ujar Gembong.

Gembong mengatakan, penyitaan itu dilakukan berdasarkan surat penyitaan PN Jakbar No: 18 PEN/PID/2013/PEN. JKT. BAR, Tanggal 30 September 2013 dan surat perintah penyitaan No.Pol: SP-Sita/341/X/2013/NKB Res-JB, Tanggal 2 Oktober 2013.

"Dan sesuai UU No.35 Pasal 136-137 KUHP, kekayaan hasil penjualan narkoba akan dirampas oleh negara. Nantinya dijadikan barang bukati dalam proses pengadilan," ujar Gembong lagi.

Tersangka Ison sendiri dibekuk oleh Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Barat pada pekan lalu di lokasi persembunyian di Jonggol, Cileungsi, Bogor, Jawa Barat. Setelah pada Maret 2013 lalu, satu lapak besar berlabel 'Mangga' di Jalan Intan, Kampung Ambon polisi mengamankan 100 orang diantaranya anak buah Ison, pelayan lapak, pemakai dan pengedar.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(spt/mpr)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%