detikcom

Minggu, 29/09/2013 12:38 WIB

Ledakan Mercon di Rumah Anggota TNI, Menkopolhukam: 20 Rumah Rusak Parah

Fajar Pratama - detikNews
Jakarta - Dua nyawa melayang akibat ledakan mercon dari rumah anggota TNI di Bondowoso. Total 20 rumah juga mengalami kerusakan parah akibat insiden tersebut.

"Mengakibatkan sekitar 20 rumah mengalami kerusakan parah," ujar Menkopolhukam Djoko Suyanto yang mendapatkan informasi dari Kabinda Jatim, Minggu (29/9/2013).

Djoko mengatakan sumber ledakan berasal dari rumah Serka Agus Suryadi, anggota Koramil 0822. Ledakan tersebut berasal dari mercon berbahan potasium, belerang dan bronc.

"Juga ditemukan barang bukti dua karung mercon siap jual," ujar Djoko.

Ledakan terjadi pada pagi tadi sekitar pukul 07.00 WIB di Gang Malabar RT 22/07 Kotakulon, Bondowoso. Serka Agus dan tetangganya, seorang anak berusia 13 tahun bernama Tara meninggal akibat insiden tersebut.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(fjr/mad)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
78%
Kontra
22%