Detik.com News
Detik.com

Minggu, 29/09/2013 12:38 WIB

Ledakan Mercon di Rumah Anggota TNI, Menkopolhukam: 20 Rumah Rusak Parah

Fajar Pratama - detikNews
Ledakan Mercon di Rumah Anggota TNI, Menkopolhukam: 20 Rumah Rusak Parah
Jakarta - Dua nyawa melayang akibat ledakan mercon dari rumah anggota TNI di Bondowoso. Total 20 rumah juga mengalami kerusakan parah akibat insiden tersebut.

"Mengakibatkan sekitar 20 rumah mengalami kerusakan parah," ujar Menkopolhukam Djoko Suyanto yang mendapatkan informasi dari Kabinda Jatim, Minggu (29/9/2013).

Djoko mengatakan sumber ledakan berasal dari rumah Serka Agus Suryadi, anggota Koramil 0822. Ledakan tersebut berasal dari mercon berbahan potasium, belerang dan bronc.

"Juga ditemukan barang bukti dua karung mercon siap jual," ujar Djoko.

Ledakan terjadi pada pagi tadi sekitar pukul 07.00 WIB di Gang Malabar RT 22/07 Kotakulon, Bondowoso. Serka Agus dan tetangganya, seorang anak berusia 13 tahun bernama Tara meninggal akibat insiden tersebut.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(fjr/mad)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/05/2015 20:11 WIB
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli Ada yang menilai kurang moncernya kinerja tim ekonomi saat ini tak lepas dari kurang optimalnya peran Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Andrinof Chaniago. Kepala Bappenas itu juga dituding banyak memangkas program-program unggulan Presiden Joko Widodo yang tertuang dalam Nawa Cita.
ProKontra Index »

'Bersihkan' Gelar Palsu, Periksa Semua Ijazah Anggota DPR!

Anggota DPR Fraksi Hanura Frans Agung Mula Putra dilaporkan ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) terkait dugaan gelar doktor palsu. Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah bersikap tegas meminta ijazah semua anggota DPR diperiksa. Bila Anda setuju dengan usulan Fahri Hamzah, pilih Pro!
Pro
97%
Kontra
3%