detikcom
Minggu, 29/09/2013 11:44 WIB

Mapala Unand Hanyut

Ortu Rizki Sempat Berharap Anaknya Selamat: Tuhan Punya Takdir Lain

A Ahmad - detikNews
Padang - Rizki Tega (23), anggota Mapala Universitas Andalas Padang hanyut di sungai Batang Kuranji bersama 7 mahasiswa lainnya. Ia ditemukan tewas terbawa arus. Saat dikabari, orangtua sempat berharap anaknya selamat.

"Tapi Tuhan punya takdir lain," kata ibu Rizki, Nelly Wati, saat ditemui di RSUP M Djamil Padang, Minggu (29/9/2013).

Air mata terus membasahi wajah Nelly. Ia tak menyangka anaknya ikut jadi korban. Sebelum berangkat, Rizki pamit. Karena itu kegiatan kampus, orangtua mengizinkan.

"Tidak ada firasat apa-apa," jelas Nelly terisak.

Mendengar kabar mahasiswa hanyut, termasuk anaknya, Nelly berharap mukjizat. "Saya berharap anak saya masih selamat, tapi Tuhan punya takdir lain," imbuhnya.

Rizki Tega lahir 19 Mei 1990 dan tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Ekonomi. Empat mahasiswa lain yang jadi korban tewas adalah Elin Florita, Artica Caspela, Deni Linardo, dan Veglan Rizki Ramadhan. Hanyutnya anggota mapala yang tengah survei lokasi pendidikan dasar ini terjadi pada Sabtu (28/9) sore.



Ikuti sejumlah peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 12.45 WIB

(try/try)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
69%
Kontra
31%
MustRead close