detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Senin, 21/04/2014 07:28 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Jumat, 27/09/2013 02:54 WIB

Puluhan Rumah di Samarinda Hangus Terbakar

Robert - detikNews
Halaman 1 dari 2
Samarinda, - Kebakaran menghanguskan puluhan rumah pemukiman padat penduduk di Jl KH Abul Hasan RT 15 dan RT 23, Kelurahan Pasar Pagi, Samarinda, Kalimantan Timur, Jumat (27/9/2013). Dua jam kemudian api baru berhasil dikuasai.

Keterangan dihimpun detikcom di lokasi, api berkobar mulai pukul 01.00 WITA. Padatnya pemukiman setempat di RT 9, 10 dan RT 11 menyebabkan kobaran api cepat meluas. Belum diketahui jelas penyebab kejadian tersebut.

"Belum, belum tahu jelas Pak. Ada yang bilang korsleting listrik atau kompor meledak, itu saya tidak tahu pasti. Yang jelas tiba-tiba api langsung membesar, saya bawa anak dan istri saya dan sebagian barang-barang," kata warga setempat, Abdul Malik, kepada detikcom di lokasi.

Sedikitnya 20 unit mobil pemadam dari Pemkot Samarinda, instansi swasta dan Balakar, diterjunkan untuk melakukan upaya pemadaman. Sulitnya akses menuju lokasi dan ratusan orang yang menonton peristiwa itu, sempat menghambat gerak cepat petugas melakukan pemadaman.

"Minggir! Minggir! Yang tidak berkepentingan, silakan minggir," teriak petugas dari atas mobil pemadam.

Di lokasi terpantau kobaran api yang kian meluas, nyaris menyambar bangunan asrama TNI AD yang berada tidak jauh dari titik api. Sejumlah personel TNI dibantu Polri dan warga, bergegas membantu mengamankan sejumlah barang-barang ke tempat yang lebih aman.

Kapolresta Samarinda Kombes Pol Antonius Wisnu Sutirta kepada wartawan mengakui, petugas pemadam mengalami kesulitan melakukan pemadaman.Next

Halaman 1 2

Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(mpr/mpr)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
78%
Kontra
22%
MustRead close