Detik.com News
Detik.com
Selasa, 24/09/2013 02:34 WIB

16 Orang Luka-luka Akibat Kecelakaan Kontainer di Garut

Mansyur Hidayat - detikNews
16 Orang Luka-luka Akibat Kecelakaan Kontainer di Garut
Garut - Tabrakan beruntun sebanyak 8 kendaraan di Jl. Raya Malangbong, mengakibatkan 1 orang meninggal dunia dan 16 orang lainnya terluka dan mendapat perawatan di Puskesmas Malangbong. Kecelakaan itu melibatkan sebuah truk kontainer

Petugas Polsek Malangbong dan Satuan Lalulintas Polres Garut masih melakukan upaya evakuasi kendaraan yang melintang menghalangi jalur Malangbong Garut.

Akibatnya, jalur Bandung-Tasikmalaya via Jalan Raya Malangbong Garut terputus total sehingga kendaraan dari arah tasikmalaya menuju Bandung atau sebaliknya dialihkan melalui jalur Singaparna menuju kawasan kota Garut menuju Bandung.

Kapolres Garut, AKBP. Arif Rachman, membenarkan peristiwa tersebut, namun hingga saat ini masih dilakukan penyelidikan terkait penyebab kecelakaan tabrakan beruntun serta jumlah korban.

"Mohon sabar, karena kami masih melakukan pendataan dan evakuasi kendaraan," ujarnya singkat saat dikonfirmasi Selasa (24/9/2013).

Kasat lantas Polres Garut, AKP. Bariu Bawana menyatakan bahwa untuk sementara itu dilakukan pengalihan jalur dari arah Banding menuju Tasikmalaya dialihkan melalui jalur Kadungora menuju Singaparna, begitupun untuk jalur sebaliknya arus kendaraan dialihkan melalui jalur Singaparna menuju Kadungora.


Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(rvk/rvk)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%