detikcom

Jumat, 20/09/2013 15:55 WIB

Pentil Dicabut, Pemotor Kapok Parkir di Bawah Flyover Roxy

Nala Edwin - detikNews
Foto: Pentil Motor yang Disita Petugas
Jakarta - Operasi pencabutan pentil ampuh membuat pemotor yang parkir sembarangan di bawah flyover Roxy kapok. Saat ini sudah tak ada lagi pemotor yang memarkir kendaraannya di tempat tersebut.

"Sekarang sudah tidak ada yang parkir lagi di bawah flyover," kata Kepala Suku Dinas Perhubungan (Dishub) Jakarta Pusat M Akbar kepada detikcom, Rabu (18/9/2013).

Saat ini para pemotor berpindah parkir di seberang pusat perbelanjaan Roxy. Mereka tetap memarkir motornya dengan sembarangan yaitu di trotoar dan badan jalan. Tentu Dishub tak kurang akal, karena operasi juga akan menyasar ke situ. "Yang parkir di lokasi itu juga terus kita tertibkan," kata Akbar.

Operasi penertiban parkir liar di kawasan itu terus berjalan. "Kita terus awasi karena parkir liar di lokasi ini menimbulkan kemacetan panjang," kata Akbar.

Dalam dua hari operasi (Selasa-Rabu), petugas Dishub telah mencabut sekitar 450 pentil kendaraan bermotor yang parkir sembarangan di bawah flyover Roxy. Di motor yang pentilnya dicabut, petugas menempelkan stiker yang isinya pentil bisa diambil di kantor Sudin Dishub yang melakukan operasi.

Di kantor Sudin Perhubungan Jakarta Pusat, Jl Stasiun Senen, terdapat ratusan pentil motor yang telah disita petugas. Pemotor seharusnya bisa mengambil lagi pentil motor yang dicabut tersebut. Namun belum ada satu pun pemotor yang mengambil pentilnya.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.30 WIB

(nal/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Kebijakan Ahok Larang Pemotor Masuk HI Digugat

Kebijakan Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok yang melarang kawasan HI hingga Medan Merdeka Barat akan digugat. Kebijakan itu dinilai diskriminatif. Bagaimana menurut Anda? Bila Anda setuju kebijakan itu digugat pilih Pro. Bila tidak setuju kebijakan itu digugat pilih Kontra.
Pro
62%
Kontra
38%