Detik.com News
Detik.com
Jumat, 20/09/2013 13:35 WIB

Kontroversi Mobil Murah

Mobil Murah, Diincar Kelas Menengah Untuk Berakhir Pekan

Ropesta Sitorus - detikNews
Halaman 1 dari 2
 Mobil Murah, Diincar Kelas Menengah Untuk Berakhir Pekan Toyota Agya. (foto: detikcom)
Jakarta - Kehadiran mobil murah di Indonesia rupanya sangat dinanti masyarakat. Pro kontra antara pemerintah pusat dengan pemerintah provinsi DKI Jakarta tak mempengaruhi minat warga memboyong mobil tersebut ke garasi mereka.

Agustina, 27 tahun misalnya. Bersama sang suami, karyawati swasta ini berencana memesan Toyota Agya di acara Indonesia International Motor Show (IIMS) ke 21 di Kemayoran, Jakarta Pusat. Pameran otomotif terbesar di tanah air ini sudah mulai dibuka Kamis kemarin.

Dia mengincar Toyota Agya karena harganya terjangkau, yakni antara Rp 99,9 juta hingga Rp 120 juta. Tapi saya masih lihat dulu ini mobil murahan apa enggak, karena Rp 100 juta tu kan duit juga, jadi menurutku enggak bisa dibilang mobil murah kalau untuk kelas menengah ke bawah, kata Agustina kepada detikcom, Kamis (19/9) kemarin.





Setelah tiga tahun menikah, Agustina mengaku merasa memerlukan sebuah mobil. Alasannya sederhana, Nanti aku gunakan untuk kondangan, karena ribet kan mesti pakai baju kondangan terus naik angkot, kata dia tertawa.

Selain itu, ia berharap jika nanti hamil ia juga tidak repot lagi mencari kendaraan umum saat kontrol ke dokter atau mau melahirkan. Bagi warga Bekasi yang sehari-hari beraktivitas di Jakarta ini, kemacetan khas ibu kota bukanlah penghalang untuk bisa punya mobil.

Dengan santai ia menjawab tidak takut terjebak macet. Triknya, kata dia, jangan tiap hari pakai mobil ke Jakarta, kalau enggak ya bisa stress . Mobil itu rencananya enggak setiap hari aku pakai, lagipula nanti aku jadi penumpang saja, yang nyetir adik atau suami, jadi kalau macet aku tinggal tidur, kata dia. Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(erd/erd)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 23/02/2015 10:27 WIB
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif Wakil Kapolri Komjen Badrodin Haiti diusulkan Presiden Jokowi menjadi calon Kapolri. Komjen Badrodin mengakui masih banyak perbaikan yang perlu dilakukan di jajaran Polri. Dia juga dengan besar hati mengakui masih banyak penyimpangan yang perlu ditertibkan. Apa saja?
ProKontra Index »

MA Harus Turun Tangan Setop 'Sarpin Effect'!

Putusan hakim PN Jaksel Sarpin Rizaldi yang memperbolehkan status tersangka jadi materi gugatan praperadilan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum di Indonesia. "MA harus menyetop. Segera batalkan putusan Sarpin. Kalau tidak, semua tersangka akan melakukan hal yang sama," jelas FH Unsoed Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho. Bila Anda setuju dengan Prof Hibnu, pilih Pro!
Pro
95%
Kontra
5%