Detik.com News
Detik.com
Selasa, 17/09/2013 14:49 WIB

Ada Rambu Larangan, Alphard Masih Parkir Sembarangan di Bandara Cengkareng

Nala Edwin - detikNews
Ada Rambu Larangan, Alphard Masih Parkir Sembarangan di Bandara Cengkareng
Jakarta - Meski ada rambu larangan parkir, Toyota Alphard ini tetap parkir sembarangan di Terminal Kedatangan 2F Bandara Soekarno-Hatta. Akibatnya lalu lintas di sekitar kawasan tersebut terganggu. Kendaraan di belakangnya sulit lewat.

"Kejadiannya Minggu, 15 September, kemarin. Mobil mewah membuat macet jalan," kata Agus Supriadi, salah seorang pengguna Bandara Soekarno-Hatta kepada detikcom, Selasa ((17/9/2013).

Agus mengatakan, mobil ini dibiarkan menyala saat pengemudi mobil itu menunggu keluarganya dari pesawat. Padahal di sepanjang jalan itu sudah dipasangi rambu larangan parkir. "Lumayan lama parkirnya, mungkin 20 menit lebih," katanya.

Agus mengatakan, mobil ini juga menghalangi mobil yang keluar dari tempat parkir. Sehingga mobil yang hendak keluar dari parkiran harus mundur terlebih dulu untuk bisa mendahului mobil hitam ini.

"Tidak tahu kenapa tidak diusir oleh petugas, padahal sebelumnya ada mobil yang parkir sembarangan langsung diusir," katanya.

Pada Mei lalu sebuah mobil Mercedes-Benz hitam bernopol B 2 ATU terpaksa harus dikunci ban oleh petugas Angkasa Pura II karena parkir sembarangan di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta. Petugas juga menilang pemilik mobil tersebut.

Selain Mercedes-Benz, sebuah Honda Jazz Honda silver bernopol B 1460 XU juga pernah digembok petugas. Pemilik mobil ini juga akhirnya ditilang petugas.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(nal/nrl)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 23/02/2015 10:27 WIB
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif Wakil Kapolri Komjen Badrodin Haiti diusulkan Presiden Jokowi menjadi calon Kapolri. Komjen Badrodin mengakui masih banyak perbaikan yang perlu dilakukan di jajaran Polri. Dia juga dengan besar hati mengakui masih banyak penyimpangan yang perlu ditertibkan. Apa saja?
ProKontra Index »

MA Harus Turun Tangan Setop 'Sarpin Effect'!

Putusan hakim PN Jaksel Sarpin Rizaldi yang memperbolehkan status tersangka jadi materi gugatan praperadilan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum di Indonesia. "MA harus menyetop. Segera batalkan putusan Sarpin. Kalau tidak, semua tersangka akan melakukan hal yang sama," jelas FH Unsoed Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho. Bila Anda setuju dengan Prof Hibnu, pilih Pro!
Pro
95%
Kontra
5%