Selasa, 17/09/2013 03:14 WIB

Laporan dari Jenewa

Presiden Baru UNCTAD Triyono Wibowo Diyakini Mampu Revitalisasi UNCTAD

Eddi Santosa - detikNews
Halaman 1 dari 2
Jenewa - Presiden baru UNCTAD Duta Besar Triyono Wibowo diyakini akan mampu merevitalisasi peran UNCTAD yang cenderung semakin dipinggirkan oleh kelompok negara maju.

Keyakinan itu disampaikan oleh para Wakil Tetap/Duta Besar negara-negara berkembang pada sidang ke-60 TDB di Jenewa.

Dalam menjalankan tugas selaku Presiden UNCTAD, Dubes Triyono berduet dengan Sekjen UNCTAD Dr. Mukhisa Kituyi, yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Menteri Perdagangan Republik Kenya.

Keyakinan dan harapan negara-negara anggota atas kepemimpinan Dubes Triyono dalam menjalankan tugasnya tidak terlepas dari pengalaman pribadi dan kiprah Dubes Triyono dalam forum-forum internasional.

Di samping itu dilihat juga keberhasilan kepemimpinan Indonesia selama ini di forum UNCTAD baik sebagai Koordinator Kelompok Asia (2008), sebagai Presiden TDB (2009), dan sebagai Ketua Kelompok G-77 dan China (2012).

Pada masa-masa kepemimpinan tersebut Indonesia selalu mengedepankan dan mendorong isu-isu pembangunan yang dihadapi negara berkembang dan dianggap berhasil menjadi bridge builder antara kepentingan negara berkembang dan negara maju.

Duta Besar/Watapri Triyono Wibowo terpilih secara aklamasi menggantikan Wakil Tetap Kazakhstan, Dubes Mukhtar Tileuberdipada pembukaan sesi sidang ke-60 TDB di Jenewa, Senin hari ini atau Selasa (17/9/2013) WIB. Next

Halaman 1 2

Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(es/es)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%