detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Sabtu, 19/04/2014 13:54 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Selasa, 17/09/2013 02:24 WIB

Laporan dari Jenewa

Ini Pandangan Dubes Triyono, Presiden Baru UNCTAD

Eddi Santosa - detikNews
Jenewa - UNCTAD perlu turut serta secara aktif dalam proses penyusunan agenda pembangunan global khususnya terkait dengan Post-2015 Development Agenda.

Demikian pandangan Presiden baru United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD) Dubes Triyono Wibowo dalam sambutannya setelah terpilih secara aklamasi menggantikan Wakil Tetap Kazakhstan Dubes Mukhtar Tileuberdipada pembukaan sesi sidang ke-60 TDB di Jenewa, Senin hari ini atau Selasa (17/9/2013) WIB.

Dubes Triyono Wibowo juga memaparkan rencananya untuk mengadakan konsultasi informal di tingkat Duta Besar secara periodik, guna memuluskan proses consensus building sebagai salah satu dari tiga pilar UNCTAD yaitu consensus building, research and analysis dan technical assistance.

Sementara itu, Dr. Mukhisa Kituyi yang baru ditunjuk oleh Sekjen PBB untuk menjalankan tugasnya sebagai Sekjen UNCTAD sejak 1 September 2013 menggantikan Dr. Supachai Panitchpakdi, dalam sambutannya menyampaikan keyakinannya terhadap kepemimpinan Dubes Triyono Wibowo untuk menjadikan UNCTAD sebagai badan PBB yang mandatnya tetap relevan, kontekstual dalam menghadapi perubahan global, serta tetap kredibel di mata masyarakat internasional.

"Khususnya dalam memberikan dukungan bagi negara anggotanya di berbagai bidang seperti investasi, jasa, perdagangan, komoditi, fasilitas transport serta dalam memberikan bentuk dukungan bagi negara-negara anggotanya di kawasan Afrika," ujar Dr.Kituyi.

Dr. Kituyi secara khusus juga menyampaikan pentingnya negara anggota bersama-sama dengan Sekretariat untuk meningkatkan profil UNCTAD dalam menghasilkan kerja nyata khususnya dalam menghadapi perubahan global yang seringkali tidak dapat dijelaskan dengan teori-teori ekonomi klasik.

Dr. Kituyi menjanjikan untuk memperkuat organisasi UNCTAD sebagai organisasi yang efektif, efisien, serta membentuk result-based management. Ditekankan juga pentingnya kerjasama erat antara UNCTAD dengan organisasi-organisasi internasional lainnya termasuk dengan berbagai masyarakat madani internasional.



Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(es/es)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
81%
Kontra
19%