Detik.com News
Detik.com
Minggu, 15/09/2013 04:08 WIB

Gunung Sinabung di Sumut Meletus

Khairul Ikhwan - detikNews
Medan - Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut) meletus. Akibatnya, hujan debu melanda kawasan di sekitar gunung.

"Letusan terjadi pagi tadi, sekitar pukul 02.51 WIB," kata Armen Putra, petugas Pos Pemantau Gunung Api Sinabung kepada wartawan, Minggu (15/9/2013) dinihari.

Letusan itu, kata Armen, memuntahkan abu vulkanik yang melanda desa-desa yang berada di sekitar kawasan.

"Untuk sementara itu dulu yang bisa disampaikan," kata Armen.

Akibat letusan ini, sejumlah warga yang bermukim di sekitar gunung mulai mengungsi. Mereka meninggalkan desa-desa menuju Berastagi maupun Kabanjahe, Ibukota Kabupaten Karo.

Gunung Sinabung terakhir meletus pada Agustus 2010. Tidak ada korban dalam kejadian tersebut, namun belasan ribu orang mengungsi.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(rul/jor)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 23/02/2015 10:27 WIB
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif Wakil Kapolri Komjen Badrodin Haiti diusulkan Presiden Jokowi menjadi calon Kapolri. Komjen Badrodin mengakui masih banyak perbaikan yang perlu dilakukan di jajaran Polri. Dia juga dengan besar hati mengakui masih banyak penyimpangan yang perlu ditertibkan. Apa saja?
ProKontra Index »

MA Harus Turun Tangan Setop 'Sarpin Effect'!

Putusan hakim PN Jaksel Sarpin Rizaldi yang memperbolehkan status tersangka jadi materi gugatan praperadilan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum di Indonesia. "MA harus menyetop. Segera batalkan putusan Sarpin. Kalau tidak, semua tersangka akan melakukan hal yang sama," jelas FH Unsoed Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho. Bila Anda setuju dengan Prof Hibnu, pilih Pro!
Pro
93%
Kontra
7%