detikcom
Sabtu, 07/09/2013 07:30 WIB

Beri 'Hadiah' Orang Naik KRL, Ongkos Parkir Stasiun Mestinya Tak Mahal

Nograhany Widhi K - detikNews
Halaman 1 dari 2
Ilustrasi (Dok.detikcom)
Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengakui tarif parkir di stasiun mengalami kenaikan. Padahal, tarif KRL Commuter Line (CL) makin murah dari Rp 9.000 menjadi Rp 2.000. Alhasil, tarif parkir bisa lebih mahal dari ongkos parkirnya.

Mestinya ongkos parkir tak mahal sebagai balasan orang yang bersedia naik angkutan umum seperti Commuter Line.

"Diperjelas dulu itu konsep dan fungsi park and ride. Apakah untuk bisnis atau untuk melayani masyarakat untuk menggunakan angkutan umum? Kalau untuk bisnis tarifnya bisa progresif begitu, kalau melayani penumpang angkutan umum mestinya tidak mahal, karena bagian dari pelayanan," jelas pengamat transportasi dari Institut Studi Transportasi (Instran) Darmaningtyas.

Hal itu disampaikan Darmaningtyas ketika dihubungi detikcom, Jumat (6/9/2013). Apalagi, imbuh Darmaningtyas, fungsi park and ride di wilayah Bodetabek adalah untuk mencegah kendaraan masuk ke Jakarta sehingga bisa mengurangi kemacetan. Sehingga para pengguna angkutan umum ini seharusnya mendapat insentif berupa tarif parkir yang murah.

"Mereka sudah mau meninggalkan kendaraan pribadinya untuk menggunakan KRL, maka seharusnya mereka dapat reward tarif parkir yang murah," jelas dia.

Sebelumnya, beberapa keluhan mengenai ongkos parkir di stasiun yang dikelola PT KAI melalui anak usahanya, PT Reska Multi Usaha, ramai diperbincangkan di media sosial. PT KAI mengakui ada kenaikan ongkos parkir di lahan yang dikelolanya.

"Tarifnya lebih tinggi (dibanding sebelumnya), tentunya pelayanan lebih baik," kata Kahumas PT KAI Daop I Sukendar Mulya kepada detikcom, Jumat (6/9/2013), Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(nwk/fdn)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
45%
Kontra
55%